RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tersisa beberapa bulan menuju akhir 2026, Pemkot Magelang mematangkan berbagai langkah strategis untuk menggenjot sektor pariwisata, utamanya di penyelenggaraan acara.
Upaya itu dilakukan untuk mencapai target satu juta kunjungan wisatawan domestik selama setahun.
Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Yetty Setiyaningsih optimistis target itu tercapai. Kali ini, pihaknya tidak hanya fokus pada penyelenggaraan acara saja. Promosi pariwisata akan diperluas mencakup daya tarik lainnya seperti kuliner hingga ekonomi kreatif (ekraf) lokal yang potensial.
“Selain event, promosi produk-produk unggulan diharapkan dapat menjadi daya tarik dan menambah lama tinggal (length of stay) wisatawan,” tuturnya, Senin (14/9/2026).
Lama tinggal wisatawan di Kota Magelang secara otomatis akan berdampak pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Magelang.
Disebutkan Yetty, lama tinggal kini tidak hanya dilihat dari durasi waktu bermalam. Namun sampai kepada wisatawan membelanjakan uangnya selama menikmati suasana di Kota Magelang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, rata-rata lama menginap wisatawan di Kota Magelang menunjukkan tren positif dengan kenaikan 0,12 poin secara tahunan (year on year). Yetty merinci, lama menginap tamu domestik 1,33 malam, tamu asing 1,68 malam. Secara komulatif, rata-rata lama tinggal wisatawan berada di angka 1,34 malam. Artinya, para tamu menghabiskan waktu di Kota Magelang lebih dari satu malam.
Kondisi ini menunjukkan fenomena yang menarik. Para tamu melewati batas waktu menginap dengan tetap beraktivitas menikmati kuliner dan membelanjakan uangnya sebelum meninggalkan Kota Magelang.
“Setelah mereka check out, mereka masih masih jalan-jalan, masih menghabiskan uangnya untuk makan dan minum di Kota Magelang. Kedepan kita targetkan length of stay bisa sampai dua malam,” imbuhnya.
Menurut Yetty, rata-rata lama tinggal wisatawan berbanding lurus dengan kenaikan tingkat penghuni kamar (TPK). Disebutkannya, TPK hotel berbintang mencapai 53,19 persen dan hotel non bintang 32,79 persen.
Yetty juga menyebut bahwa pertumbuhan jumlah hotel serta usaha makanan dan minuman turut menjadi magnet utama kunjungan wisatawan. Kehadiran kafe, kedai kopi, dan tempat makan baru sukses menjadi daya tarik besar bagi masyarakat di kawasan sekitar, seperti Kabupaten Magelang, Temanggung, juga Wonosobo.
“Karena hakikat dari sektor pariwisata adalah perjalanan seseorang ke suatu tempat untuk mencari kenyamanan, kesenangan atau leisure dengan membelanjakan uang mereka di kota tujuan,” terangnya.
Karena itu, selain destinasi wisata, penyelenggaraan acara, keberagaman produk ekraf hingga kuliner menjadi roda perekonomian untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Hal itu terbukti. Yetty bilang, Kota Magelang telah dikunjungi setidaknya 58.804 wisatawan domestik dan 3.508 wisatawan mancanegara sejak Januari-Juni. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto