RADARMAGELANG.ID, Magelang–Tujuhbelasan di Terminal Tidar Kota Magelang dimeriahkan lomba tarik bus, Kamis (13/8/2026) pagi.
Lomba ini diikuti delapan tim, terdiri atas lima tim dari lingkungan Terminal Tidar, yakni pegawai intern Terminal Tidar, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), UMKM, pedagang asongan, serta perwakilan agen.
Tiga tim lainnya dari Dishub Kota Magelang, Satpol PP Kota Magelang, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah di Magelang.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, lomba menarik bus di Kompleks Terminal Tidar Magelang menjadi tontonan warga.
Disediakan dua bus, yakni PO Handoyo dan PO Harapan Jaya yang memiliki berat sekitar 10,6 ton.
Para peserta berlomba menarik kedua bus tersebut dengan jarak 25 meter, dan yang paling cepat sampai garis finish adalah pemenangnya.
Ketua Panitia Lomba Tarik Bus Aryo Hananto mengatakan, setiap tim terdiri atas enam orang. Dua tim diadu menarik dua bus tersebut bergantian. Jika babak pertama sudah menarik bus Handoyo, maka di babak kedua akan menarik bus Harapan Jaya.
“Jika satu tim sudah menang 2-0, maka lanjut ke babak selanjutnya. Namun, jika kedudukan 1-1 dilanjutkan ke babak penentuan dengan melakukan suit untuk memilih bus mana yang ingin dipilih,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Aryo mengaku, lomba ini disambut antusias masyarakat.
Terbukti, begitu dishare di media sosial Terminal Tipe A Tidar, banyak yang ingin ikut.
“Kemarin info lomba kita share di media sosial Terminal Tidar, banyak komentar-komentar yang ingin ikut. Tapi, sementara ini kita batasi hanya delapan tim. Ke depan, peserta mungkin akan lebih banyak lagi,” katanya.
Ketua tim dari perwakilan agen Ferdian Bagus Prasetya mengaku senang bisa berpartisipasi dalam lomba ini.
“Meski capek, tadi tim agen bisa menang tiga kali,” ujar pria yang akrab disapa Deni ini.
Ia mengaku, kesulitan dalam lomba tarik bus ini lebih ke angkatan awal.
“Kalau bus udah bisa jalan, udah oke lah. Main kaki pokoknya, sama koordinasi tim aja sih,” jelasnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto