RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tim dosen Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai implementasi Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Untidar tahun 2026 dengan menggandeng Rumah Tenun Magelang sebagai mitra.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) di Ruang Rapat Rumah Tenun Magelang ini merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing usaha tenun melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berorientasi pada keberlanjutan.
Mengusung tema "Penguatan Daya Saing Produk Tenun Berbasis Green Economy", program pengabdian tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk tenun, tetapi juga mendorong pengembangan model bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Rumah Tenun Magelang saat ini tengah merencanakan diversifikasi usaha melalui pembukaan unit edu wisata dan rumah makan.
Hal ini sebagai strategi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih komprehensif bagi pengunjung sekaligus memperluas sumber pendapatan usaha.
Melihat arah pengembangan tersebut, tim pengabdian Untidar memberikan serangkaian pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi karyawan dalam mendukung operasional unit usaha baru.
Materi yang diberikan meliputi hospitality, implementasi green economy pada sektor kuliner, serta digital marketing sebagai strategi memperluas jangkauan pasar.
Ketua tim pengabdian, Eva Wulandari, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa penguatan daya saing usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kualitas layanan dan kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
"Saat Rumah Tenun Magelang mengembangkan edu wisata dan rumah makan, maka pengalaman yang diterima pengunjung menjadi bagian penting dari nilai tambah usaha.
Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang hospitality menjadi investasi yang tidak kalah penting dibandingkan peningkatan kualitas produk," jelas Eva.
Sementara itu, Dr. Shintya Novita Rahmawati, S.E., M.M. menekankan bahwa konsep green economy perlu diterapkan secara konsisten pada setiap lini usaha yang dikembangkan.
"Rumah Tenun Magelang selama ini dikenal menghasilkan produk yang memanfaatkan bahan-bahan alami dan mendukung prinsip keberlanjutan.
Nilai tersebut perlu diperluas hingga ke unit usaha baru, termasuk rumah makan, melalui pengelolaan sumber daya yang efisien, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta praktik usaha yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan pasar, tim pengabdian juga menghadirkan narasumber eksternal, Atma Mahatma dari Jogjakarta, yang membawakan materi mengenai strategi digital marketing.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan media digital untuk membangun citra merek, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta mempromosikan produk dan layanan secara lebih efektif.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Rumah Tenun Magelang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung, tetapi juga mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan pemasaran digital dalam strategi bisnisnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Rumah Tenun Magelang sebagai pelaku UMKM kreatif yang mengedepankan inovasi, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Tidar dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingg.
Khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi nyata bagi kebutuhan mitra.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan terus berlanjut untuk mendorong terciptanya usaha yang lebih inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo