RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kuota pelatihan kerja yang disiapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara nasional masih jauh dari optimal. Dari total 270 ribu slot pelatihan yang dibuka tahun ini, baru sekitar 50 persen yang dimanfaatkan masyarakat.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, pemerintah menyediakan dua skema pelatihan. Sebanyak lebih dari 50 ribu slot dialokasikan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sedangkan 220 ribu slot lainnya diperuntukkan bagi lulusan baru SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia.
"Pelatihan ini ditujukan untuk reskilling dan upskilling agar pekerja yang terkena PHK memiliki kompetensi baru dan bisa beralih ke sektor pekerjaan lain," ujar Afriansyah usai membuka Job Fair di Kota Magelang, Selasa (28/7/2026).
Meski kapasitas pelatihan cukup besar, realisasi pesertanya hingga kini baru mencapai sekitar separo dari kuota yang tersedia.
Padahal, pelatihan yang digelar melalui balai-balai pelatihan Kemnaker dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Untuk lulusan baru, Kemnaker juga membuka 220 ribu kuota pelatihan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai daerah.
"Untuk lulusan SMA dan SMK sederajat, kami membuka 220 ribu kuota pelatihan di seluruh Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak yang baru lulus agar memiliki bekal keterampilan sebelum masuk dunia kerja," katanya.
Afriansyah mengimbau lulusan baru maupun pekerja yang terdampak PHK segera memanfaatkan program tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi modal penting untuk bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Susilowati menjelaskan, dalam kegiatan job fair, Selasa-Rabu (28-29/7) ini, menyediakan 2.681 lowongan kerja dan menargetkan 2.000 pencari kerja hadir.
“Kami ingin mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan, menyediakan informasi lowongan yang akurat, serta mempercepat proses rekrutmen untuk menekan angka pengangguran di Kota Magelang dan sekitarnya,” jelasnya. (rfk/zal)
Editor : H. Arif Riyanto