PPK Ormawa HMTI UNTIDAR Dorong Pemanfaatan Limbah Organik Jadi Peluang Usaha melalui Budidaya Jangkrik di Desa Tugurejo Kabupaten Magelang

H. Arif Riyanto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB
Sebanyak 30 warga Desa Tugurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang mengikuti pelatihan budidaya jangkrik yang diselenggarakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Fakultas Teknik, Universitas Tidar (UNTIDAR), Kamis (24/7/2026).
Sebanyak 30 warga Desa Tugurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang mengikuti pelatihan budidaya jangkrik yang diselenggarakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Fakultas Teknik, Universitas Tidar (UNTIDAR), Kamis (24/7/2026).

RADARMAGELANG.ID, Magelang–Sebanyak 30 warga Desa Tugurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang mengikuti pelatihan budidaya jangkrik yang diselenggarakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Fakultas Teknik, Universitas Tidar (UNTIDAR), Kamis (24/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai budidaya jangkrik sebagai peluang usaha baru melalui pemanfaatan limbah organik yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Dosen pendamping Ir. Nila Nurlina, S.T.,M.T. mengatakan, selama ini, jangkrik lebih dikenal sebagai serangga yang dimanfaatkan sebagai pakan burung, ikan, maupun reptil.

Padahal, tingginya permintaan pasar menjadikan budidaya jangkrik memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan.

Melalui kegiatan PPK Ormawa ini, kami mengenalkan berbagai limbah organik, seperti limbah gedebok pisang hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan jangkrik. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi sumber daya produktif yang membuka peluang usaha baru sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Budidaya jangkrik cukup mudah dilakukan yang pakannya bisa memanfaatkan limbah organik di sekitar rumah
Budidaya jangkrik cukup mudah dilakukan yang pakannya bisa memanfaatkan limbah organik di sekitar rumah

Dalam kegiatan tersebut, lanjut dia, warga memperoleh materi mengenai pengenalan budidaya jangkrik, teknik penetasan telur, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga proses panen.

Selain penyampaian materi, warga juga mendapatkan pendampingan secara langsung agar mampu memahami setiap tahapan budidaya dan dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Kepala Desa Tugurejo Slamet Budiyono mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh Tim PPK Ormawa HMTI UNTIDAR.

"Pelatihan ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat bahwa limbah organik dapat dimanfaatkan dalam budidaya jangkrik, sehingga memiliki nilai ekonomi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga untuk mengembangkan usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tugurejo," harapnya.

Salah satu peserta pelatihan Solikin mengaku, tertarik untuk mencoba mengembangkan budidaya jangkrik setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Saya baru mengetahui ternyata budidaya jangkrik cukup mudah dilakukan yang pakannya bisa memanfaatkan limbah organik di sekitar rumah. Saya berharap usaha ini dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga," katanya.

Nila Nurlina menambahkan, melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa HMTI Fakultas Teknik Universitas Tidar berharap masyarakat Desa Tugurejo dapat memanfaatkan limbah organik secara lebih optimal sekaligus mengembangkan budidaya jangkrik sebagai peluang usaha baru.

Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan,” ujarnya. (aro)

Editor : H. Arif Riyanto
jangkrik Fakultas Teknik Universitas Tidar untidar ormawa Untidar pelatihan