Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kalah Bersaing dengan Sekolah Swasta, Penyebab SD Negeri di Kota Magelang Kurang Murid 

Puput Puspitasari • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:09 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono

RADARMAGELANG.ID, MagelangPemkot Magelang masih mencari tahu penyebab sejumlah SD Negeri di Kota Magelang kekurangan murid pada pembukaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) gelombang 1. Setidaknya ada 24 SD Negeri yang mengalami kondisi itu.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menepis anggapan bahwa minat masyarakat memasukkan anak ke sekolah negeri mulai berkurang. Damar tidak sependapat dengan hal itu, karena pihaknya belum membuktikan.

“Bukan seperti itu (tidak diminati, Red). Kalau kita amati betul, jumlah anak masuk SD lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah ketersediaan sekolah yang lebih banyak,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menduga, penyebab kekurangan murid itu efek dari keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), yakni dua anak cukup. Meski begitu, Damar tidak menampik jika penyebab lainnya karena tren masyarakat yang mulai menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang berbasis agama. Sebab, ia telah mendengar dan mengetahui bahwa beberapa sekolah swasta di Kota Magelang yang notabene berbiaya mahal dan menggunakan sistem inden pun tetap diminati. “Memang itu ada pengaruhnya,” akunya.

Menyikapi kekurangan murid itu, Damar telah berdiskusi dengan para pemerhati pendidikan untuk membuat formula tepat, agar sekolah negeri tetap hidup. “Kita berencana akan meng-upgrade beberapa sekolah (negeri) menjadi sekolah unggulan. Cuma perihal payung hukum atau regulasinya kami perlu berkonsultasi dulu ke Kementerian Pendidikan Dasar, apakah boleh kita membuat sekolah negeri unggulan,” tuturnya.

Damar menjelaskan, selama ini masyarakat dapat mengakses pendidikan di sekolah negeri secara gratis. Pun demikian dengan program pembelajarannya. Damar bilang, jika pendidikan agama dan kedisiplinan di sekolah negeri juga sudah ditingkatkan. Ia telah mewajibkan sekolah negeri di Kota Magelang masuk pukul 06.30. Para murid akan mendapatkan “sarapan pagi” berupa muatan lokal yang dapat meningkatkan kedisiplinan, nasionalisme, juga meningkatkan spiritualitas murid.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang akan mengambil keputusan regrouping setelah hasil SPMB gelombang 2 berakhir. Pihaknya juga telah mengumpulkan ke-24 sekolah, juga memberikan motivasi kepada seluruh SD negeri di Kota Magelang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru. “Kita juga harus membuktikan bahwa sekolah negeri juga berkualitas,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran sekolah swasta di Kota Magelang membuat fasilitas pendidikan semakin merata. Masyarakat bisa memilih sekolah-sekolah yang diminati dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan finansial orang tua. Bahkan banyak sekolah swasta yang memiliki murid dari luar kota. “Kita tidak bisa membatasi keinginan masyarakat. Jadi kalau masyarakat inginnya ke sana dan mampu, ya kenapa tidak. Jadi kita yang (sekolah) negeri, yang berbenah diri,” imbuhnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#KB #inden #spmb #sekolah swasta #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono