Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker UNIMMA Tingkatkan Literasi Kesehatan Siswa SMAN 4 Kota Magelang melalui Edukasi Herbal Interaktif

H. Arif Riyanto • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:55 WIB
Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa SMA Negeri 4 Kota Magelang.
Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa SMA Negeri 4 Kota Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang— Di era digital, informasi kesehatan dapat diakses dengan mudah hanya melalui genggaman tangan.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan tersendiri, terutama bagi remaja yang menjadi salah satu kelompok pengguna media sosial terbesar.

Tidak sedikit informasi kesehatan yang beredar tanpa sumber yang jelas sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan praktik kesehatan yang kurang tepat.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa SMA Negeri 4 Kota Magelang.

Kegiatan ini mengangkat tema penggunaan herbal yang aman dan rasional sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan di kalangan remaja. Tim mahasiswa terdiri atas Mahkota Alda Mora Montero, Dwi Partiyah, Muhammad Alfian Nursulistyo, Titin Melyani, Febi Nurhidayah, dan Nadia Nurfadilah.

Mereka di bawah bimbingan Dr. apt. Heni Lutfiyati, M.Sc. dan apt. Perdana Priya Haresmita, M.Pharm.Sci.

Kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan need assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan dan minat siswa terkait edukasi kesehatan.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh informasi kesehatan melalui media sosial, terutama Instagram dan TikTok.

Namun, mereka mengaku masih mengalami kesulitan dalam membedakan informasi yang benar dan yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami sering mencari informasi kesehatan dari Instagram atau TikTok. Tapi kadang masih bingung membedakan mana informasi yang benar dan mana yang belum tentu benar," ungkap salah satu siswa saat proses wawancara awal.

Temuan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan materi edukasi yang diberikan.

Sebelum sesi penyuluhan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai penggunaan herbal dan literasi kesehatan.

Hasil pre-test ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi yang dilaksanakan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai penggunaan herbal yang aman dan rasional.

Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada pengertian obat herbal, manfaat dan risiko penggunaannya, pentingnya penggunaan herbal secara tepat, serta cara menyikapi berbagai informasi kesehatan yang beredar di internet dan media sosial.

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga siswa dapat terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, sesi edukasi kemudian dipadukan dengan permainan interaktif bertajuk “Mitos atau Fakta”.

Dalam permainan tersebut, siswa diminta menentukan apakah suatu pernyataan terkait kesehatan dan penggunaan herbal termasuk mitos atau fakta.

Setelah seluruh siswa menentukan jawaban, beberapa peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan alasan di balik pilihannya.

Pemateri kemudian memberikan penjelasan dan meluruskan informasi yang masih kurang tepat.

Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis dan menguji pemahamannya secara langsung.

Presentator Mahkota Alda Mora Montero menjelaskan, edukasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan mengenai herbal, tetapi juga bertujuan membangun kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyikapi informasi kesehatan.

"Sebagian besar siswa memperoleh informasi kesehatan dari media sosial. Oleh karena itu, kami ingin mengajak mereka untuk lebih kritis dalam memilah informasi sekaligus memahami penggunaan herbal yang aman dan rasional," ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.

Berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan menunjukkan tingginya rasa ingin tahu peserta terhadap isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Permainan edukatif yang diberikan juga mendapat respons positif dari siswa karena membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

"Kalau ada game seperti ini jadi lebih seru dan tidak membosankan. Materinya juga lebih mudah dipahami dan diingat," tutur salah seorang peserta kegiatan.

Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan setelah menerima materi dan mengikuti permainan edukatif.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait penggunaan herbal yang aman dan rasional serta pentingnya memilah informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker UNIMMA berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang lebih sadar kesehatan, cerdas dalam memilah informasi, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Dengan kemampuan literasi kesehatan yang baik, remaja diharapkan dapat mengambil keputusan kesehatan secara lebih bijak dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital,” harapnya. (ima/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#fakultas ilmu kesehatan #edukasi #SMAN 4 Magelang #Unimma magelang #herbal