RADARMAGELANG.ID, Magelang – Ada hal menarik yang dikatakan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di hadapan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dan partai politik (parpol) di Pendopo Pengabdian, Kamis (16/4/2026).
Ia menyinggung soal efisiensi anggaran, yang berdampak pada turunnya angka hibah kepada ormas maupun parpol.
Damar menyebut, anggaran belanja daerah terkontraksi dari yang sebelumnya lebih dari Rp 1 triliun, kini hanya Rp 900 miliar, dan ke depannya turun di sekitar Rp 800-an miliar. Angka itu diperkirakan akan terus turun, sehingga beberapa kegiatan ditiadakan imbas dari efisiensi. Demi transparansi, ia siap buka-bukaan soal penggunaan anggaran.
“Kami transparan dalam penggunaan APBD. Siapapun boleh mengakses, boleh bertanya. Ini supaya tidak menimbulkan kecurigaan atau semacam praduga-praduga,” akunya.
Pernyataan orang nomor satu di Kota Magelang itu seolah menepis kabar miring terkait semakin kecilnya angka hibah. “Informasi yang tidak benar itu terkadang mempunyai muatan atau kepentingan pribadi golongan, bukan murni dari kepentingan masyarakat. Mohon dan tolong untuk kita kawal bersama. Jangan sampai ada informasi yang masuk dan dimakan mentah-mentah,” pintanya.
Ia berharap, masyarakat mengonfirmasi setiap kali ada informasi yang membuat resah atau gaduh. “Ada namanya tabayyun, dikonfirmasi betul atau tidak. Sudah sesuai dengan regulasi atau belum. Karena saya yakin, serupiah pun anggaran dari pemerintah harus bisa dipertanggungjawabkan, secara kalkulasi, secara tepat guna, dan ada dampaknya ke masyarakat atau tidak,” ungkapnya.
Ada kekhawatiran tersendiri bagi Damar, bila informasi salah tidak segera direspon. Ia takut akan menimbulkan reaksi yang berlebihan di tengah masyarakat. “Kalau ada orang ngomong kanan, kiri, nggak pakai data, hanya asumsi, itu menyesatkan. Menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Yang bikin gaduh itu sebetulnya punya kepentingan pribadi atau golongan saja, ini bisa merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.
Damar berharap, masyarakat untuk tidak mudah terbelah. Di sinilah peran ormas dan parpol sangat dibutuhkan untuk membantu terciptanya iklim sejuk di lingkungan masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang Agus Satiyo Haryadi menyampaikan, parpol dan ormas memiliki peran besar dalam menjaga kondusifitas kota. Guna merekatkan tali persatuan dan persaudaraan, pihaknya membentuk forum komunikasi (forkom) antarparpol dan antarormas. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto