RADARMAGELANG.ID, Magelang – Ribuan penonton Grebeg Gethuk memadati Alun-alun Kota Magelang, Minggu (12/4/2026). Mereka merangsek ke tengah, setelah Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mempersilakan dua gunungan gethuk lanang dan wadon untuk digrebeg. Hanya dalam hitungan dua menit, gunungan gethuk setinggi 3 meter itu ludes.
Widyas, pengunjung asal Magelang Utara, kalah cepat dari penonton lainnya. Ia tak kebagian gethuk. Toh begitu, ia senang masih bisa membawa pulang sebuah wayang kardus yang diperoleh dari gunungan Kelurahan Kramat Selatan. “Saya dapat semar,” ujarnya sambil menunjukkan hasil buruannya dengan penuh senyum.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, ada beberapa pemuda yang berhasil menaiki gunungan gethuk. Mereka kemudian mengambil gethuk dan melemparkan ke pengujung. Sementara pengunjung lainnya terlihat saling adu cepat untuk mengambil gethuk yang berada di bagian bawah gunungan. "Ngalap berkah. Gethuk-nya sudah didongani," celoteh Zaki, pemuda yang berhasil meraih tiga bungkus gethuk.
Ketua pelaksana acara Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, gunungan gethuk berdiameter 2,5 meter itu disusun dari ribuan bungkus gethuk yang mencapai dua kwintal. “Gethuk tersebut kami pesan di perajin gethuk,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang ini.
Grebeg Gethuk juga dimeriahkan peserta dari kelurahan yang membawa 17 gunungan hasil bumi dan produk unggulan masing-masing wilayah. Sebelum prosesi grebeg dimulai, ditampilkan tari Babar Mahardika yang melibatkan 250 penari.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan, Grebeg Gethuk merupakan acara ikonik untuk memeringati Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang. Melalui acara ini, pihaknya berupaya mengangkat budaya dan kearifan lokal, salah satunya gethuk yang merupakan makanan khas Kota Magelang. “Melalui acara ini, kita mengajak masyarakat untuk nguri-uri budaya kita,” tuturnya.
Perhelatan tahun ini juga disebutkan berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Prosesi penerimaan replika Prasasti Mantyasih pada Grebeg Gethuk 2026 ini dilaksanakan di Pendopo Alun-alun yang terletak di kompleks eks Gedung Balai Diklat Pimpinan. Pada tahun lalu, prosesi penting ini masih berlangsung di Gedung PDAM Kota Magelang. “Pendopo ini ada di sisi utara alun-alun. Dan pendopo ini adalah hibah dari Kementerian Keunangan kepada Pemkot Magelang, sehingga bisa kita manfaatkan 100 persen,” tuturnya.
Dengan berpindahnya lokasi penerimaan replika prasasti, jarak tempuh rombongan wali kota dan wakil wali kota Magelang menjadi lebih dekat. “Biasanya naik delman, tadi cukup jalan kaki saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil menyebut Grebeg Gethuk merupakan hajatan seluruh masyarakat Kota Magelang. “Ini adalah pesta rakyat. Makna pesta rakyat adalah menjadi sarana tempat berkumpulnya masyarakat untuk memeringati Hari Jadi. Kumpul di sini tidak hanya kumpul fisik, tapi juga kumpul pikiran, kumpul rasa, kumpul tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan Kota Magelang,” katanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto