RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kawasan Pecinan Kota Magelang diproyeksikan kembali meraih kejayaan.
Pemkot Magelang bersama pengusaha di kawasan tersebut berjuang keras untuk melakukan penataan, agar suasana di sepanjang Jalan Pemuda itu makin hidup dan menarik dikunjungi.
Salah satu pengusaha Slamet Santoso mengatakan, pecanangan Jalan Pemuda Jaya Kembali yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu bukan sekadar acara seremonial belaka.
Justru menjadi penanda bahwa semangat itu harus senantiasa dijaga bersama.
Ia mencontohkan, Pemkot Magelang telah memberikan sentuhan dengan menghadirkan food truck yang berjualan tiap hari ketika sore hingga malam.
Kemudian para pengusaha berpatungan untuk menghias kawasan tersebut dengan lampu-lampu hias.
“Pengusaha mengumpulkan dana untuk memasang lampu hias dan lampu lampion untuk menambah estetika. Lampu lampion akan dipasang di sepanjang jalan sisi kanan jalan, mulai dari kelenteng sampai pojok (simpang Rejowinangun, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Pada sisi kanan, lampu-lampu hias dipasang di pepohonan.
Pihaknya juga menyediakan kursi-kursi di trotoar, agar pengunjung bisa bersantai menikmati suasana yang ada.
“Sekarang setelah Jalan Pemuda lebih terang, ada kursinya, ada food truck, Pecinan sangat berbeda. Lebih ramai,” tuturnya.
Bos toko emas yang akrab disapa Pak HK itu optimistis, jika Kawasan Pecinan semakin ramai, toko-toko yang ada di sana juga akan buka lebih lama.
“Saya kira ada gula ada semut. Kalau sudah banyak konsumen, pasti para penjual akan dengan sendirinya berjualan hingga malam,” ungkapnya.
Disebutkan, beberapa usaha di Jalan Pemuda sudah buka 24 jam.
Seperti restoran makanan cepat saji dan kedai kopi yang selalu ramai pembeli hingga larut malam.
“Artinya, Kota Magelang ada konsumen sampai malam,” imbuhnya.
Hanya sayangnya, kata dia, Kawasan Pecinan tidak lepas dari aksi vandalisme.
Para pengusaha pun sudah melakukan penghapusan secara mandiri.
Pihaknya berharap agar Satpol PP Kota Magelang lebih giat untuk berpatroli, serta berharap masyarakat untuk berani menegur bila ada pihak-pihak yang bertindak merugikan seperti itu.
“Kita harap, semua menjaga kebersihan dan keindahan kota. Kalau ada yang melihat orang corat-coret bisa ditegur. Kalau ada yang membuang sampah sembarangan, harapannya juga saling menegur,” pintanya.
Terpisah, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, Kawasan Jalan Pemuda dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner.
Pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak untuk menghidupkan kawasan tersebut.
“Saat ini, (Pecinan) sudah mulai ramai dan berwarna. Harapannya, menjadi tujuan wisata budaya, kuliner, dan belanja,” tuturnya ketika menghadiri open house perayaan Imlek di TITD Liong Hok Bio, beberapa waktu lalu.
Damar berujar, penataan titik-titik keramaian kota tidak hanya tersentral di tengah saja.
Ke depan, pengembangan titik keramaian akan meluas sampai ke wilayah utara dan selatan.
Penataan yang dilakukan pemkot itu diharapkan bisa menghidupkan sendi-sendi ekonomi dan aktivitas baru masyarakat yang lebih merata. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto