Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Habis Disunat, Arka Dapat Hadiah Kue Keranjang

Puput Puspitasari • Kamis, 5 Februari 2026 | 22:26 WIB

 

Salah satu peserta sunat masal yang digelar PSMTI Kota Magelang.
Salah satu peserta sunat masal yang digelar PSMTI Kota Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang Jeritan Arka Rezvan Arezkhi membuat puluhan pasang mata tertuju ke bilik nomor 5 sunatan masal.

Namun, 15 menit berlalu, Arka—bocah kelas 11 SD itu keluar dari bilik seperti tidak terjadi apa-apa.

Sang ibu, langsung memeluk Arka sambil menangis.

Ia terus-terusan menciumi anaknya yang berjalan keluar, sambil memegangi sarungnya.

Ibu dan ayahnya menjelaskan, jika Arka trauma jarum suntik setelah menjalani beberapa hari rawat inap akibat infeksi saluran kencing.

Itulah sebabnya, Arka menjerit saat awal tindakan sunat dimulai.

Arka mengaku lega sudah disunat.

Ia berani disunat, karena suasananya ramai.

Ia merasa tak sendirian.

“Sekarang sudah nggak sakit kok,” ujarnya lirih, di Pendopo Pengabdian, Kamis, (5/2/2026).

Dokter  Welman, Sp.B, mengatakan, tidak ada batasan usia ideal untuk dilakukan sunat.

Dari bayi sampai dewasa pun bisa.

Bahkan ketika ada indikasi medis, dokter bisa melakukan tindakan sunat pada bayi.

Namun ada usia yang pas untuk sunat. Yakni di kisaran 12 tahun atau saat kelas 6 SD.

“Dari psikologisnya sudah siap, dari ukuran, dan kekenyalan lebih mudah pada saat usia kelas 6 SD sampai SMP kelas 1,” imbuhnya.

Menurut Dokter Welman, sunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Jika tidak disunat, preputium akan kotor dan menjadi sarang tumbuhnya bakteri.

Tidak jarang akan menyebabkan infeksi maupun penyakit lain.

“Preputium bisa menyimpan kotoran dan bisa menyebabkan infeksi atau balanitis, dan kalau disunat, ke depan akan lebih bersih,” imbuhnya.

Sunatan kali ini, pihaknya menggunakan metode cauter—orang sering menyebut laser.

Metode cauter memiliki kelebihan pengerjaan yang lebih cepat, serta pemulihan yang lebih singkat.

“Rata-rata waktu pemulihannya sekitar seminggu, mereka sudah bisa aktivitas biasa,” jelasnya.

Luka pascasunat tidak boleh terkena air, agar bekas luka sunat cepat kering.

Dokter Welman mengimbau agar rutin kontrol dan menjaga kebersihan diri.

Dihimpun Jawa Pos Radar Magelang, sunatan masal ini diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang dalam rangka perayaan Imlek 2577 dan menyambut bulan Ramadan.

Ada 20 anak yang mendaftar sunat gratis ini.

Secara bergantian, mereka dipanggil untuk memasuki enam bilik sunat yang disediakan panitia.

Ketua PSMTI Kota Magelang Slamet Santoso menyebutkan, kegiatan ini merupakan agenda perdana organisasi di bidang khitanan masal.

Sasaran penerima manfaatnya dari anak-anak di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

“Kegiatan ini didasari pada kondisi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan khitan, akibat kendala biaya,” terangnya.

Tidak hanya disunat gratis, peserta juga mendapatkan hadiah dari panitia.

Mulai dari beras, telur, sarung, hingga kue keranjang.

Selain sunatan masal, pihaknya juga berencana akan mengadakan program makan siang gratis bagi warga marginal, dan renovasi hunian warga kurang mampu.

“Sampai saat ini, PSMTI Kota Magelang berhasil membedah rumah tidak layak huni di Kota Magelang sebanyak 97 unit. Harapan kita, Maret mendatang bisa menembus 100 unit rumah,” ucapnya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia berharap, organisasi masyarakat lainnya mengikuti jejak PSMTI dalam melaksanakan berbagai agenda yang mampu mengatasi permasalahan sosial di wilayahnya. (put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#PSMTI Kota Magelang #khitanan masal #Sunat Gratis