Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Penyebab Keracunan MBG di SMPN 10 dan SMAN 3 Kota Magelang Belum Duketahui, Hasil Investigasi Belum Dibuka

Puput Puspitasari • Senin, 2 Februari 2026 | 22:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr. Istikomah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr. Istikomah

RADARMAGELANG.ID, Magelang Penyebab keracunan makan bergizi gratis (MBG) SMP Negeri 10 Kota Magelang dan SMA Negeri 3 Kota Magelang pada 21 Januari lalu, masih menjadi tanda tanya.

Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat belum merilis hasil sampel yang telah diuji.

Kepala Dinkes Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan, hasil investigasi telah keluar. “Sudah (keluar) mbak. Hasil (akan) menjadi penunjang untuk laporan investigasi. Masih diolah bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Magelang,  Senin (2/2/2026).

Mengenai hasil itu, pihaknya belum bisa mempublikasikan. “Belum bisa. Kami laporkan ke pimpinan dulu dan kepada Ketua Satgas MBG,” imbuhnya.

Namun setelah menerima laporan dugaan keracunan MBG, pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) internal di SPPG. Monev itu sebetulnya dilaksanakan secara berkala terkait inspeksi kesehatan lingkungan, hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

“Kami ada penguatan tim pengawasan keamanan pangan di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Dokter Istikomah mengatakan, sebetulnya materi higienitas dan sanitasi untuk setiap SPPG sudah diberikan saat pelatihan penjamah makanan. Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengagendakan pelatihan bagi relawan penjamah makanan. “Tapi masalahnya, di kepatuhan terhadap SOP harus diingatkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, hingga kini tidak ada sekolah di Kota Magelang yang melakukan penolakan MBG. “Sejauh ini di Kota Magelang tidak ada sekolah yang menolak. Tapai kalau personal orang tua atau anak, ada (yang menolak) tapi jumlahnya juga sedikit,” kata Nur—sapaan akrabnya.

Nurwiyono menunjukkan data jumlah penerima manfaat MBG dari sekolah-sekolah yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Magelang Tengah ada 5.956 penerima manfaat MBG porsi besar dan 949 porsi kecil. Di Kecamatan Magelang Selatan, ada 10.959 penerima manfaat MBG porsi besar dan 2.099 porsi kecil. Lalu, di Kecamatan Magelang Utara, ada 6.782 penerima manfaat MBG porsi besar dan 1.960 porsi kecil. Total penerima manfaat MBG di Kota Magelang sebanyak 23.697 untuk porsi besar, dan 5.008 penerima manfaat MBG porsi kecil.

Penerima manfaat tersebut meliputi siswa, guru, dan karyawan sekolah negeri maupun swasta. (put)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#SMPN 10 #SMAN 3 Magelang #Mbg #keracunan mbg #Makan Bergizi Gratis #dr istikomah