RADARMAGELANG.ID, Magelang – Gunung Tidar dihuni ratusan monyet ekor panjang (MEP). Hasil penelitian terbaru tahun 2023, populasinya mencapai 164 ekor.
Mereka terpecah menjadi tiga koloni yang berkumpul di titik berbeda.
Koloni MEP yang paling mudah dijumpai masyarakat berada di dekat Kali Manggis, Jalan Jenderal Sudirman. Pada jam-jam tertentu, koloni MEP muncul dan bermain di sekitar sungai.
Kabarnya, populasi MEP di Gunung Tidar sudah berlebihan.
Namun, Kepala Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Amirul Nugraheni meluruskan, bahwa mengenai penghitungan jumlah populasi MEP berbeda-beda, tergantung metode yang digunakan peneliti.
“Mungkin terlihat over populasi, karena mereka berkumpul hanya di titik-titik tertentu. Namun, misalnya kita bagi luas lahan Gunung Tidar ini menjadi 10 titik, mereka hanya (tinggal) di tiga titik saja,” jelasnya.
Baca Juga: Asal Usul Monyet Ekor Panjang Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang, Ini Penjelasannya
Berdasarkan sertifikat aset, luas lahan kawasan Kebun Raya Gunung Tidar mencapai 70,1 hektare.
Namun area yang dipagari atau mengacu pada master plan, luas kawasan yang dikembangkan hanya 69 hektare.
Saat ini pula, lanjut Amirul, belum ada kajian pasti mengenai wilayah jelajah MEP di Gunung Tidar.
Kata dia, MEP tidak menyusuri seluruh kawasan yang ada. Kajian itu masih seputar populasi dan perilaku.
Amirul bilang, MEP di Gunung Tidar mengalami perubahan kebiasaan dari MEP pada umumnya.
Mereka tertarik minum minuman berwarna, roti, ciki, hingga makan gorengan.
Mereka juga cenderung tidak takut dengan kehadiran manusia.
Perubahan perilaku tersebut terjadi karena adaptasi terhadap kebiasaan manusia.
Padahal makanan MEP yang sebenarnya adalah pucuk daun muda, biji-bijian, dan buah-buahan.
Perubahan perilaku tersebut dipicu oleh beberapa faktor.
Salah satunya, karena ada pengunjung yang memberi makan—yang bukan peruntukannya.
Baca Juga: Kali Pertama, Ratusan ASN Pemkot Magelang Dilantik di Puncak Gunung Tidar, Begini Alasannya
“Kami memberikan mereka (MEP, Red) buah-buahan, dan mengimbau kepada pengunjung agar tidak memberi makan monyet selain buah-buahan, dan tidak membawa minuman maupun barang bawaan yang menyita perhatian monyet,” jelasnya.
Tidak jarang MEP merebut kantong kresek berisi makanan yang dibawa pengunjung, maupun botol minuman berwarna mencolok.
Lalu membawanya pergi.
Terkadang mereka juga naik ke pohon pinus yang tingginya mencapai 25-30 meter.
Amirul mengaku terbuka dengan masyarakat yang ingin melakukan penelitian MEP di Gunung Tidar.
Saat ini ada mahasiswa kehutanan dan biologi yang sedang melakukan penelitian di Gunung Tidar. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto