RADARMAGELANG.ID, Magelang - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjenguk korban kecelakaan mobil PMI Kota Magelang, di RSUD Tidar Kota Magelang, Jumat (8/1/2026).
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkot Magelang, baik yang mengalami luka berat maupun luka ringan.
“(Biaya perawatan) ditanggung pemerintah kota,” tandasnya.
Ia memastikan kondisi kesehatan seluruh penumpang sudah membaik. Tinggal dua relawan yang harus menjalani rawat inap di RSUD Tidar. Sementara lainnya rawat jalan.
Damar juga sempat berbincang dengan para korban yang dirawat di RSUD Tidar. Dari cerita yang ia dengar langsung dari para korban, Damar memperkirakan jika musibah itu dipicu rem mobil yang tidak berfungsi baik. Namun, apa yang dikatakannya itu belum menjadi kesimpulan.
“Ada kemungkinan remnya nyeplos,” terangnya.
Damar tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Menurutnya, peristiwa tersebut murni musibah. “Ini musibah, kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain. Tapi kejadian ini menjadi evaluasi,” ucapnya.
Dijelaskan Damar, mobil operasional PMI Kota Magelang yang digunakan sebagai transportasi menuju Gunung Slamet tersebut diklaim dalam keadaan baik. Bahkan kata Damar, mobil tersebut baru saja di servis.
“Sebenarnya perawatannya itu bagus, tapi kita nggak tahu mengapa bisa terjadi seperti ini. Saya sudah mewajibkan kendaraan-kendaraan dinas di jajaran pemkot wajib di servis, tidak boleh tidak. Wayahe servis, kudu servis,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro juga menuturkan bahwa sebelum berangkat, mobil tersebut dinyatakan layak jalan. Namun tidak dipungkiri, bahwa mobil tersebut keluaran tahun 2004.
“Mobilnya memang tua, tapi kemarin baru di-upgrade,” aku Suryantoro.
Toh begitu, pihaknya akan lebih teliti dalam mengecek kelayakan mobil. Dugaan sementara, mobil mengalami rem blong. “Kejadian ini sebagai pembelajaran kami untuk lebih berhati-hati, terutama lebih memerhatikan untuk (kelayakan) kendaraan personil,” imbuhnya. (put)
Editor : H. Arif Riyanto