RADARMAGELANG.ID, Magelang— Jumlah dokter di Indonesia belum ideal. Setidaknya saat ini masih kekurangan sekitar 560 ribu tenaga dokter.
Bahkan, kecukupan dokter baru mencapai sepertiga dari total yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat di Indonesia secara ideal.
“Di situlah saat ini Indonesia membutuhkan pasokan tenaga dokter,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peluncuran Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Program Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1/2026).
Selain Menkes, hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.
Budi Gunadi menyampaikan, hadirnya prodi kedokteran Unimma diharapkan dapat menambah SDM dokter di Indonesia.
“Prodi kedokteran ini dapat memperbanyak jumlah dokter dan dokter gigi. Karena saya tahu, Muhammadiyah memiliki banyak institusi pendidikan terbesar di Indonesia,” bebernya.
Karena itu, dia mendorong PTS di bawah naungan Muhammadiyah agar mengakselerasi jumlah dokter.
“Permohonan bantuan saya di Muhammadiyah, tolong perbanyak jumlah dokter dan dokter gigi,” harapnya.
Sebagai bagian dari strategi pemerintah pusat, Menkes mendorong peningkatan jumlah FK secara signifikan.
Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang telah mendirikan 23 FK, namun Menkes berharap angka ini terus dipacu.
Selain fokus pada kuantitas, pemerintah juga tengah merancang skema untuk mengatasi masalah distribusi.
Menkes mengakui penumpukan tenaga medis di Pulau Jawa masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional.
Di tempat yang sama, Rektor Unimma Lilik Andriyani menyampaikan, launching ini sebagai tonggak sejarah penting bagi Unimma.
"Ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung upaya nasional peningkatan kualitas dan pemerataan tenaga dokter di Indonesia," ujarnya.
Lilik menegaskan, Unimma berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat luas.
"Kami berharap dengan lahirnya Fakultas Kedokteran Unimma ini secara akademik, profesional, harapannya beretika, berempati sosial, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan," katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto