RADARMAGELANG.ID, Magelang–Keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, mengaku sudah Ikhlas.
Siswa kelas 12 IPS SMAN 5 Kota Magelang itu diketahui hilang di Gunung Slamet sejak Sabtu (27/12/2025) lalu.
Hingga hari terakhir pencarian, Rabu (7/1/2026), remaja yang akrab disapa Ali itu belum ditemukan.
Kakak Syafiq Ridhan Ali Razan, Nafis Ahnaf Rusman saat ditemui di kediamannya Perum Depkes Blok D2/16 RT 05 RW 03, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang mengatakan, kedua orangtuanya sudah berada di lokasi pencarian sejak beberapa hari lalu.
Bahkan, ayahnya, Dhani Rusman, ikut melakukan pencarian hingga pos 4 Gunung Slamet.
Informasi terakhir kemarin, pencarian difokuskan dengan melakukan penyisiran di jurang pos 4.
“Saya kemarin juga ikut membantu. Baru dua hari ini pulang untuk bersih-bersih rumah serta memberi makan kucing. Hari ini (kemarin) ayah masih mau ikut melakukan pencarian lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Nafis menceritakan, sebelum beredar informasi kalau Syafiq hilang, sebenarnya ibunya, Utari Januari, sudah memiliki firasat buruk saat itu.
Sebab, awalnya Ali izin ke keluarga hendak tektok naik Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.
“Ibu juga tahu, kalau tektok naik gunung itu paling lama setengah hari. Malam minggu berangkat, estimasi keluarga, Minggu seharusnya sudah pulang. Tapi kok ini belum pulang. Ditunggu hingga Senin kok juga belum pulang. Sehingga ibu WA adik (Ali), ternyata kok WA-nya hanya centang satu,” ceritanya.
“Dari sini feeling ibu sudah tidak enak, dan langsung nyusul ke basecamp di Gunung Slamet,” imbuhnya.
Ia mengaku, komunikasi Ali dengan keluarga terakhir pada Sabtu malam (27/12/2025) itu.
Via chat WA, kata Nafis, Ali meminta maaf kepada ibunya telah nyasar ke Gunung Slamet.
“Adik saya juga mengirim foto terakhir di basecamp. Udah itu saja,” ucapnya.
Nafis menambahkan, hingga kini keluarga tetap ikhtiar Ali masih bisa ditemukan.
Kedua orang tuanya sudah ikhlas jika adiknya itu ditemukan dalam kondisi apapun.
Menurut dia, keinginan adiknya naik Gunung Slamet sudah disampaikan sejak November lalu.
Namun sang ibu tidak mengizinkan, karena Ali masih pemula.
“Adik saya itu baru dua kali naik Gunung Andong. Jadi, belum ada pengalaman di gunung tinggi, sehingga kemarin ibu hanya mengizinkan ke Gunung Prau atau Gunung Sumbing saja,” katanya.
Nafis mengaku, selama hilangnya sang adik, dirinya beberapa kali bermimpi.
“Di mimpi itu, adik saya kayak nunjukin ke suatu lembah jurang yang dalam. Tapi tidak ditunjukkan lokasinya sebelah mana, hanya memberi isyarat itu (suatu lembah jurang yang dalam),” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto