RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambangi para pasien hemodialisis (cuci darah) di RSUD Tidar Kota Magelang.
Damar memberikan bingkisan dan dukungan moral secara langsung kepada para pasien.
Menurut Damar, pasien hemodialisis membutuhkan dukungan moril dari keluarga, juga para tenaga kesehatan yang turut mendampingi mereka selama proses hemodialisis berlangsung.
Dukungan moril diyakini bisa menambah semangat mereka dalam menjalani pengobatan dan terapi.
“Sebagai manusia, mereka juga butuh dukungan. Dan kita harus paham, harus mau untuk selalu memberikan dukungan kepada mereka,” terangnya, Rabu (7/1/2026).
Ia pun berpesan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang tulus, dan menunjukkan rasa kekeluargaan.
Dukungan dari tenaga kesehatan yang seperti itu tidak hanya meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit saja, tapi juga meningkatkan kepatuhan berobat.
“Petugas hemodialisis harus lebih kekeluargaan lagi, komunikasinya ditingkatkan lagi, humanisnya harus dikedepankan,” tandasnya.
Tepat di momen ulang tahun ke-48, Damar tidak hanya berbagi kepada mereka yang sakit.
Namun juga menyantuni anak-anak yatim yang secara khusus diundang ke Pendopo Pengabdian.
“Tambah usia ini saya maknai dengan urip iku urup, artinya hidup yang penuh manfaat bagi orang lain. Laku utomo, menguntungkan masyarakat,” ujarnya.
Di periode kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso, Damar berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Di sektor kesehatan, ia mengarah pada pelayanan kesehatan yang paripurna.
Ia optimistis, pelayanan kesehatan di Kota Magelang akan menjadi primadona, ditandai dengan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pengobatan di Kota Magelang.
Kepala BPKAD Kota Magelang Nanang Kristiyono menyebutkan, RSUD Tidar merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar.
Realisasi pendapatan dari retribusi jasa umum pelayanan kesehatan RSUD Tidar mencapai Rp 269,656 miliar di tahun 2025.
Sedangkan total PAD Kota Magelang di tahun itu Rp 399,4 miliar. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto