RADARMAGELANG.ID, Magelang – Sebanyak 815 siswa SMA Taruna Nusantara Magelang mengikuti pembekalan manajemen keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (6/1/2026).
Kegiatan yang dihelat di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara ini merupakan sarana untuk menguatkan literasi dan edukasi keuangan bagi pelajar.
Juga untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, perlindungan konsumen, serta pemanfaatan produk, dan layanan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.
Sehingga para pelajar mampu membangun kebiasaan keuangan yang baik dan memiliki ketahanan finansial di masa depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Dr Friderica Widyasari Dewi mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menyiapkan mereka menjadi duta-duta literasi keuangan di manapun berada.
“Baik ketika berada di rumah maupun di tengah masyarakat, mereka bisa berbagi ilmu kepada keluarga maupun ke teman-temannya terkait pengelolaan keuangan yang baik dan cerdas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dijelaskan, literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
Menurutnya, pengelolaan keuangan bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi tentang membangun kebiasaan sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Semakin awal anak-anak belajar mengelola uang, semakin siap mereka menghadapi tantangan finansial di masa depan,” ucapnya.
Friderica menambahkan, OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar guna mendukung tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi.
Ia mengingatkan kepada para pelajar dan generasi muda untuk tidak mudah ikut-ikutan menjadi Fomo, Yolo, dan Fopo. Friderica menjelaskan, ketiga sifat atau tren ini merupakan sesuatu yang dapat memicu konsumsi impulsif dan mengabaikan perencanaan keuangan.
“Fomo (Fear of Missing Out) adalah takut ketinggalan tren, Yolo (You Only Live Once) adalah dorongan untuk menikmati hidup tanpa batas, dan Fopo (Fear of Other People's Opinions) adalah cemas akan penilaian orang lain. Ketiganya sangat berbahaya, dan tugas kita di sini adalah memberikan edukasi kepada mereka terkait manajemen hal tersebut,” jelasnya.
Kepala SMA Taruna Nusantara Mayjen TNI (Purn.) M.I. Gogor mengapresiasi atas dukungan OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar.
Penguatan pemahaman keuangan diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter disiplin, integritas, dan kemandirian siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan taruna-taruni kami agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto