RADARMAGELANG.ID, Magelang – Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya digunakan untuk berobat ketika sakit, namun juga bisa untuk mencegah terjadinya penyakit.
Pencegahan itu bisa dilakukan dengan melakukan skrining kesehatan secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN atau mengunjungi website BPJS Kesehatan.
Namun peserta JKN tidak perlu khawatir jika merasa kesulitan melakukannya sendiri di rumah, peserta dapat mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdaftar untuk dibantu petugas.
Hasil skrining kesehatan bersifat rahasia, dan hanya akan dipergunakan oleh dokter faskes dan BPJS Kesehatan dalam rangka analisa kesehatan.
Setiap peserta JKN akan memperoleh kesempatan skrining kesehatan sebanyak setahun sekali.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menjelaskan, skrining kesehatan ini bertujuan untuk deteksi dini risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung, serta ginjal kronik.
Peserta diharapkan bisa memberikan jawaban jujur dari 16 pertanyaan yang disediakan, agar hasil skrining yang didapatkan akurat, serta bisa menjadi bahan pertimbangan pemeriksaan lanjutan.
“Setelah hasil skrining diketahui, peserta dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengobatinya, sehingga kejujuran dalam menjawab pertanyaan skrining sangat dibutuhkan,” ujar Maya.
Maya menyebutkan, hasil skrining kesehatan merupakan informasi tentang kesehatan peserta.
Jika hasilnya menunjukkan risiko penyakit, peserta dapat mengakses layanan medis di faskes.
Sebaliknya, jika hasilnya tidak menunjukkan tanda-tanda beresiko penyakit atau risikonya rendah, maka dianjurkan untuk mengubah gaya hidup—seperti rajin berolahraga, makan bergizi seimbang, menghidrasi tubuh dengan minum air putih, istirahat yang cukup.
Disebutkan Maya, hasil skrining riwayat kesehatan menunjukkan ke beberapa penyakit. Seperti risiko penyakit diabetes melitus, hipertensi, jantung, stroke, kanker leher rahim, kanker payudara, anemia, hepatitis, tuberkulosis, dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Magelang dr Istikomah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan skrining kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan.
Masih seputar pencegahan penyakit, pada 12 Desember 2025, pihaknya juga mengadakan rockport kesehatan dengan metode tes kebugaran jasmani untuk mengukur kesehatan jantung dan paru-paru (kardiorespirasi) kepada 150 orang pegawai/karyawan RSUD Tidar Kota Magelang, di Stadion Moch Soebroto.
Tes ini dilakukan dengan cara berjalan cepat atau berlari sejauh 1,6 kilometer, mencatat waktu tempuh dan denyut akhir nadi. Lalu mengkonversinya menjadi nilai VO2 max untuk menentukan tingkat kebugaran.
“Metode ini sering digunakan oleh puskesmas dan instansi untuk evaluasi kesehatan pegawai atau warga,” ujarnya.
Metode ini cukup mudah diaplikasikan, aman, dan tidak membutuhkan alat khusu, dan bisa dilakukan individu atau kelompok. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto