RADARMAGELANG.ID, Magelang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Meningkatkan Kapasitas Pendampingan Siswa Disabilitas Melalui Kewirausahaan Berbasis Teknologi” yang bertempat di SLB-B YPPALB Kota Magelang, pada 23 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Tidar dalam mendukung pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi siswa penyandang disabilitas.
Kegiatan PKM yang diketuai oleh Yulida Army Nurcahya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendamping dalam mengoptimalkan peran pendampingan siswa disabilitas melalui pendekatan kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian siswa disabilitas serta membuka peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Naufal Afif (dosen Fakultas Ekonomi Untidar) menyampaikan materi mengenai kewirausahaan berbasis teknologi.
Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital, seperti media sosial dan platform pemasaran daring, dapat menjadi sarana strategis dalam mengembangkan potensi kewirausahaan siswa disabilitas.
Dengan pendampingan yang tepat, siswa disabilitas dapat dilibatkan secara aktif dalam proses usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran berbasis digital.
“Kewirausahaan berbasis teknologi memberikan peluang yang lebih luas dan inklusif. Selain meningkatkan keterampilan ekonomi, pendekatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan kemandirian siswa disabilitas,” ujar Naufal Afif.
Sementara itu, narasumber kedua, Risma Wira Bharata memaparkan materi mengenai motivasi pendampingan siswa disabilitas.
Ia menekankan bahwa pendamping memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator dalam proses pengembangan potensi siswa. Pendampingan yang efektif, menurutnya, harus dilandasi empati, kesabaran, dan komitmen yang berkelanjutan.
“Motivasi pendamping menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memberdayakan bagi siswa disabilitas,” jelas Risma Wira Bharata.
Ketua peneliti PKM, Yulida Army Nurcahya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendampingan siswa disabilitas di sekolah luar biasa.
Menurutnya, integrasi kewirausahaan dan teknologi merupakan pendekatan strategis yang relevan dengan tantangan masa kini.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak SLB-B YPPALB Kota Magelang. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai tantangan serta praktik baik dalam pendampingan siswa disabilitas.
Diharapakna melalui PKM ini, terjalin sinergi berkelanjutan antara Universitas Tidar dan sekolah luar biasa dalam mengembangkan model pendampingan yang inklusif dan berorientasi pada kemandirian.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim PKM Universitas Tidar berharap kewirausahaan berbasis teknologi dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mempersiapkan siswa disabilitas agar mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo