RADARMAGELANG.ID, Magelang — Sebanyak 30 pemuda Kota Magelang mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (3/11/2025) hingga Jumat (7/11/2025), bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan kreativitas di era teknologi.
Di era teknologi yang berkembang pesat, kecerdasan buatan (AI) kini hadir dan banyak digunakan di berbagai bidang seperti industri kreatif, pendidikan, bisnis, hingga layanan publik. Teknologi ini membantu manusia bekerja lebih cepat, membuat konten lebih mudah, dan membantu dalam pengambilan keputusan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para pemuda khususnya di Kota Magelang agar memiliki kemampuan dasar dalam memahami teknologi AI. Dengan harapan nantinya mereka mampu berinovasi dan menciptakan karya baru, hingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda Yulis Hindarwati dari Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Magelang kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (4/11/2025).
Pelatihan ini ditujukan bagi pemuda berusia 16–30 tahun yang berdomisili di Kota Magelang. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga content creator muda.
Baca Juga: Viral! Netizen Banjiri Instagram dengan Foto Miniatur AI Hasil Google Gemini
Pelatihan AI ini dilaksanakan selama lima hari. Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan dasar AI dan prompt engineering hingga pembuatan konten visual dan video berbasis AI.
Beberapa tools utama yang dipelajari antara lain Gemini, Veo 3, Runway, DeepSeek, Zapier, dan Notion AI. Peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya nyata.
Pemateri Muchammad Yasin Awan Wiratno, yang lebih dikenal di Magelang dengan sapaan Nano, menyampaikan perkembangan AI saat ini membuka peluang besar bagi siapa pun untuk berkarya tanpa batas.
Ia menjelaskan bahwa dengan pemahaman dan penggunaan yang tepat, teknologi ini bisa menjadi alat bantu yang efisien bagi para kreator muda.
“Dengan kita memerintahkan menggunakan satu prompt kita bisa langsung bikin video, nggak usah sewa model, nggak usah sewa alat, nggak usah ngedit video,” ujar Nano.
Selain memberikan pembekalan teknis, pemateri juga mengingatkan pentingnya etika dalam menggunakan kecerdasan buatan.
Ia menegaskan bahwa kemampuan AI yang canggih harus diimbangi dengan tanggung jawab dari penggunanya agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Baca Juga: Tren Edit Foto Masa Kecil dengan Gemini AI: 11 Ide Prompt dan Tips
“Penggunaan AI itu tergantung usernya. Kalau sudah punya niat yang tidak baik, ya bisa disalahgunakan. Jadi semua kembali ke niat dan kebutuhan masing-masing,” tambah Nano
Sebagai penutup Pelatihan Artificial Intelligence (AI) 2025), para peserta difasilitasi untuk mengikuti lomba pembuatan video berbasis AI yang diselenggarakan oleh Disporapar Kota Magelang sebagai ajang penerapan materi pelatihan.
Kompetisi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (12/11/2025) dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Melalui kompetisi ini, peserta menampilkan karya video mereka yang diharapkan menjadi portofolio kreatif dan profesional serta membuka peluang karier dan usaha di bidang digital.
Salah satu peserta asal Kedungasi, Kota Magelang, Rasky Fatullah, 24, mengaku, pelatihan ini memberinya banyak wawasan baru.
“Yang didapatkan ya… aplikasi-aplikasi website AI yang baru seperti Leonardo AI, Suno, dan juga teknik-teknik prompting, gitu,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya tertarik di bidang konten kreator dan ingin menerapkan ilmu tentang AI dalam pekerjaannya, terutama untuk membuat media promosi agar lebih menarik dan efisien, sekaligus berkeinginan untuk mendirikan komunitas AI di Kota Magelang.
“Rencananya nanti ilmu yang sudah saya dapat, mau saya terapkan semua, soalnya saya ingin belajar jadi konten kreatif. Kebetulan saya juga tertarik untuk mendirikan komunitas, karena di Magelang juga belum ada komunitas AI di sini,” tambah Rasky.
Di akhir kegiatan, peserta memperoleh sertifikat partisipasi sebagai bukti kompetensi dasar serta kenang-kenangan dari program pelatihan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Disporapar Kota Magelang untuk mendorong pemuda agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan diri serta masyarakat.
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi juga menumbuhkan cara berpikir baru bagi generasi muda Kota Magelang.
Di era ketika kecerdasan buatan kian melekat dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci agar pemuda mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai kreativitas dan etika.
Dengan bekal dari pelatihan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi untuk kemajuan diri, masyarakat, dan daerahnya. (mg6/mg3)
Editor : H. Arif Riyanto