RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kontes kelinci Satriyaning Terwelu 2 sukses memikat 132 peserta dari berbagai daerah, terjauh Medan.
Mereka hadir untuk menguji kualitas kelincinya di enam kelas lomba, yakni Flemish Giant, New Zealand, Rex, Mini Rex, Holland Lop, Netherland Dwarf.
Acara ini tak sembarangan. Dua juri kredibel tingkat nasional dan bersertifikasi di bidang rabbit show juga ternak kelinci ras dihadirkan untuk menentukan pemenangnya. Ialah Adi Rosdiantoro dan Adhi Suryowibowo. Penjurian pun berlangsung terbuka, dan bisa dilihat langsung oleh pemiliknya.
Selain enam kelas lomba tadi, Presiden Komunitas Republik Terwelu Magelang Aryono Septa Nugroho menambah kelas adu bobot khusus jenis Hycole dan Hyla. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa kelinci jenis pedaging juga bisa mencapai bobot maksimal lebih dari 5 kilogram.
“Kita ingin mengenalkan kelinci pedaging dengan kualitas terbaik, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk beternak kelinci,” ujar Septa, di Pendopo BPPK Alun-alun Kota Magelang, Minggu (2/11/2025).
Ia bercerita, beternak kelinci memberikan peluang ekonomi yang begitu besar. Sebab sampai saat ini, Magelang belum mampu memenuhi jumlah permintaan kelinci pedaging yang sangat tinggi. “Setiap pekan, kita mendapat permintaan 200 ekor dari tiga rumah makan, namun baru bisa memenuhi 20 ekor saja,” terangnya.
Selain itu, harga daging kelinci hidup terbilang stabil. Yakni Rp 45.000 per kilogram. “Kalau kita rata-rata satu kelinci pedaging bobotnya 2 kilogram, maka harganya Rp 90.000 per ekor dengan pertumbuhan kelinci yang cepat, dalam waktu tiga bulan sudah bisa dijual,” ungkapnya.
Septa juga mengamati, tren harga daging kelinci hidup dari tahun ke tahun cenderung naik dan stabil. Bahkan tidak mengenal momen tertentu. “Kestabilan harga ini dipengaruhi oleh permintaannya yang masih terlalu tinggi, tidak seimbang dengan ketersediaannya,” tandasnya.
Melalui kontes ini, pihaknya berharap semakin banyak peternak kelinci bermunculan. Karena budidaya hewan menggemaskan ini tidak hanya melulu soal kelinci pedaging, namun juga berpeluang untuk kelinci hias.
“Berawal dari suka kelinci hias, kita berharap mereka bisa merambah ke peternak kelinci pedaging untuk mendukung ketahanan pangan,” imbuhnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono sepakat bahwa kontes kelinci menjadi upaya bersama mendukung pengembangan urban farming dan ketahanan pangan. Acara ini juga menjadi cara kreatif mempromosikan Kota Magelang sebagai kota yang sehat dan ramah lingkungan.
“Sektor peternakan dan kesehatan hewan kita dorong agar bisa berkembang, karena selain berpotensi meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha, juga dapat membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat,” tuturnya.
Ia memerhatikan, banyak peluang yang bisa muncul dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Mulai dari usaha pembibitan kelinci, pet shop, toko pakan, hingga klinik hewan.
“Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa menekuni hobi secara rutin, ternyata baik untuk kesehatan, sekaligus bisa meningkatkan rasa bahagia,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Agus Dwi Windarto tidak menyangka, bahwa kontes kelinci di Kota Magelang sudah berlangsung kedelapan kalinya. Bahkan setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan jumlah peserta. Kontes kelinci ini menjadi ajang silaturahmi peternak dari berbagai daerah, sekaligus menjadi wadah evaluasi bagi peternak untuk mengukur kualitas kelinci mereka sesuai standar internasional, American Rabbit Breeders Association (ARBA).
“Lomba ini tentu saja untuk meningkatkan kualitas dan standar pemeliharaan kelinci ras di Indonesia,” imbuhnya.
Kabid Peternakan dan Perikanan Disperpa Kota Magelang drh Diana Widiastuti menambahkan, daging kelinci merupakan sumber protein hewani yang rendah lemak. Sementara proteinnya tinggi. Berbagai nutrisi lain yang terkandung dalam daging kelinci sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh, sehingga aman dikonsumsi setiap hari.
Dikutip dari beberapa artikel kesehatan, daging kelinci mengandung protein, lemak, fosfor, kalium, kalsium, selenium, zat besi, zinc, kolin, B kompleks, folat, vitamin E, Vitamin K, dan natrium. Daging kelinci juga aman dikonsumsi anak-anak karena memiliki tekstur daging yang lembut dan mudah dikunyah. (put)
Editor : H. Arif Riyanto