Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Rebranding SMK Muhammadiyah 1 Kota Magelang Jadi SMK Mutual, Wujud Komitmen Cetak Lulusan Siap Kerja

Magang Radar Magelang • Sabtu, 1 November 2025 | 03:12 WIB
Momen peluncuran nama baru SMK Muhammadiyah 1 Alternatif menjadi SMK Mutual Kota Magelang di Auditorium UNIMMA, Jumat (31/10/2025).
Momen peluncuran nama baru SMK Muhammadiyah 1 Alternatif menjadi SMK Mutual Kota Magelang di Auditorium UNIMMA, Jumat (31/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Magelang - SMK Muhammadiyah 1 Kota Magelang resmi melakukan rebranding menjadi SMK Mutual Kota Magelang.

Perubahan nama ini diumumkan pada acara pelantikan kepala sekolah baru yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang, Jumat (31/10/2025). 

Hadir Sekretaris Pimpinan Wilayah (PWM) Muhammadiyah Jateng H. Dodok Sartono, S.E., M.M.

Dalam kesempatan ini, sekolah juga memperkenalkan sejumlah program baru yang bertujuan untuk menyiapkan siswa agar siap untuk bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun mengikuti jalur kedinasan.

Peluncuran identitas baru ini disertai denganbeberapa program utama yang akan menjadi fokus sekolah ke depan.

Di antaranya Kelas Garuda untuk persiapan masuk perguruan tinggi dan kedinasan, Kelas Pra Kerja yang bekerja sama dengan dunia industri, program boarding bagi siswa yang tinggal di asrama, serta program Bidikmisi untuk membantu siswa berprestasi yang kurang mampu.

Program-program tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Sekolah yang baru dilantik, Wasi’un, S.Pd.I., M.Pd.I.

“Kami buat Kelas Garuda untuk mempersiapkan siswa ke perguruan tinggi dan ke dinas (TNI/Polri),” ujar Wasi’un kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (31/10/2025).

Wasi’un menjelaskan, pembentukan mindset kerja bagi siswa sudah dimulai sejak mereka duduk di kelas X, melalui berbagai kegiatan bimbingan dan praktik langsung.

Ia menekankan pentingnya pengalaman nyata agar siswa terbiasa dengan dunia kerja sejak dini.

“Dari kelas 10 sudah kita siapkan mindset-nya bekerja,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak sekolah juga rutin untuk menghadirkan pihak industri ke sekolah untuk melatih keterampilan siswa.

“Untuk program prakerja, dunia industri hadir ke sekolah minimal tiga kali seminggu,” tambahnya.

Pimpinan Muhammadiyah di Magelang menyambut positif perubahan nama dan arah baru sekolah ini. Ketua PDM Kota Magelang, H. Rifqi Muhammad, M.Sc., Ph.D, menilai bahwa pengalaman kepemimpinan kepala sekolah yang baru menjadi modal penting untuk membawa SMK Mutual ke arah yang lebih maju.

Ia menjelaskan, sekolah kini memiliki beberapa program unggulan yang membuka banyak peluang bagi siswa setelah lulus.

“Beberapa program yang baru ya ada kelas Garuda, ada kelas boarding, ada kelas prakerja dengan begitu lulusan SMK Mutual ini punya banyak peluang untuk nanti lulusnya akan berkarir seperti apa,” kata Rifqi.

Dari sisi kelembagaan, Sekretaris Majelis Dikdasmen, H. Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa rebranding bukan sekadar penggantian nama, tetapi langkah strategis untuk mempercepat perubahan dan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha serta industri.

Rebranding ini difungsikan untuk menata supaya gerak ini cepat,” ujarnya, sembari menegaskan pentingnya hubungan yang nyata antara sekolah dan dunia kerja.

“SMK harus punya link and match yang nyata dengan dunia usaha dan industri.” imbuhnya.

Pihak sekolah menargetkan program-program baru akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2026/2027, sementara persiapannya sudah dimulai sejak pelantikan kepala sekolah.

Selain itu, sekolah juga berencana memperkuat berbagai fasilitas, seperti menambah ruang terbuka hijau, membangun lapangan sintetis, serta meningkatkan sarana praktik agar lulusan memiliki kemampuan yang lebih siap bersaing.

“Program baru akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Rifqi.

Pihak sekolah dan pengurus berharap perubahan ini dapat membuat lulusan SMK Mutual lebih mudah terserap di dunia kerja, memiliki kesempatan melanjutkan kuliah atau masuk jalur kedinasan, serta tetap mendapat dukungan pendidikan melalui program Bidikmisi.

Selain itu, sekolah juga berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mulai membangun kerja sama internasional sebagai salah satu cara untuk menyalurkan tenaga kerja terampil.

Perubahan nama menjadi SMK Mutual diharapkan tidak hanya menjadi pergantian identitas, tetapi juga langkah nyata untuk memperkuat peran SMK Muhammadiyah dalam mencetak lulusan yang terampil dan berkarakter.

Keberhasilan perubahan ini nantinya akan terlihat dari bagaimana program-program baru dijalankan, kualitas para lulusannya, serta kerja sama yang terbangun dengan dunia industri dan lembaga kedinasan. (mg3/rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Bidikmisi #Kelas Prakerja #Boarding School #Rebranding SMK Mutual #SMK Mutual #magelang #Rohmat Suprapto #PDM kota magelang #wasiun #SMK Muhammadiyah 1 Alternatif #Rifqi Muhammad #Pendidikan Siap Kerja #Pendidikan Vokasi #Kelas Garuda