RADARMAGELANG.ID, Magelang – Joglo Temon Soedijono merupakan hasil transformasi sebuah lahan bekas pabrik bata merah yang sebelumnya tidak produktif dan tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Joglo Temon Soedijono berada di Jalan Alternatif Magelang-Temanggung No 79B Kecamatan Secang. Kabupaten Magelang.
Melihat potensi kebutuhan fasilitas gedung serbaguna di kawasan sekitar yang dikelilingi banyak perumahan, sang owner, Heri Purnamadi, 56, menangkap peluang untuk menghadirkan ruang pertemuan yang dapat digunakan warga sekitar untuk berbagai acara.
Ia mendapati belum ada gedung pertemuan yang memadai di area tersebut, sehingga ide membangun joglo ini muncul sebagai solusi.
Konsep bangunan joglo yang diusung berdasar pada bentuk semi outdoor yang memadukan gaya arsitektur joglo dan rumah gadang, meskipun tidak sepenuhnya mengikuti struktur joglo asli yang memiliki empat saka guru.
Dimensinya yang lebar dan panjang mendekati joglo asli, dengan penyesuaian bentuk mengikuti kontur tanah yang ada.
Hasilnya adalah bangunan tradisional yang tetap menghadirkan nuansa alami dan kekinian. Luas total bangunan mencapai 1.876 meter persegi dengan kapasitas mampu menampung hingga 450 orang.
Nama “Soedijono” sengaja dipilih sebagai penghormatan kepada almarhum ayah Heri, yang menjadi inspirasi dan landasan semangat dalam mengembangkan usaha ini.
Bangunan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Seperti toilet bersih, ruang rias, musala.
Lalu, tujuh kamar tidur untuk menginap, gazebo, ruang aula, hingga layanan pick up untuk membantu pengangkutan barang sehingga memudahkan pelaksanaan berbagai event.
Tak hanya fasilitas joglo, sebagai owner Heri juga menyediakan fasilitas kamar dengan berbagai pilihan harga mulai dari Rp250.000 hingga Rp350.000 per malam.
Semua kamar dilengkapi fasilitas seperti AC, pemanas air, kopi dan teh, serta kamar mandi dalam kecuali satu kamar khusus lansia yang kamar mandinya terpisah.
Semua kamar didesain agar nyaman dan mendukung penginapan keluarga kecil dengan kombinasi fleksibilitas penambahan extra bed dengan biaya Rp 50.000.
“Sebetulnya ini (kamar yang di bawah) untuk orang-orang yang sudah lansia, yang sudah tidak bisa naik tangga, kita sediakan (kamar) di bawah. Kamar mandi tidak kita sediakan di dalam untuk meminimalisir risiko,” ujar Heri saat ditemui pada Selasa (14/10/2025).
Joglo Temon Soedijono mulai resmi beroperasi sejak Mei 2024. Lokasinya yang jauh dari keramaian dan lingkungan yang masih asri menambah kesan sejuk dan nyaman, sehingga menjadi pilihan utama warga yang ingin menggelar acara dengan suasana yang privat.
Berbagai jenis acara telah dilaksanakan di sini, seperti pernikahan, meeting, arisan, halal bihalal, akad nikah, family gathering, hingga outbound.
Pengelolaan operasional sehari-hari dibantu oleh empat orang staf tetap. Terdiri dari sepasang suami istri yang tinggal di lokasi dan bertugas membersihkan dan jaga malam, seorang admin, dan petugas kebersihan.
Pada saat event besar, tiga petugas tambahan dikerahkan untuk mengatur parkir sehingga kelancaran acara tetap terjaga.
Joglo Soedijono juga sering menjadi pilihan untuk menyelenggarakan acara penting. Termasuk oleh Ketua DPRD Kabupaten Temanggung dan berbagai instansi seperti KPU, PGRI, ikatan bidan, dan puskesmas pun pernah menggunakan fasilitas ini.
Pemasaran dan promosi yang dilakukan mengandalkan media sosial Instagram dan kerja sama dengan wedding organizer. Strategi ini terbukti efektif menarik pelanggan dari berbagai wilayah.
Selain itu, pihak pengelola selalu menjaga hubungan baik dengan warga sekitar dengan memberi akses gratis bagi mereka yang ingin mengadakan kegiatan sosial.
Seperti pengajian, senam pagi, atau pertemuan, sehingga tempat ini tak hanya sebuah bisnis, tetapi juga pusat aktivitas warga yang inklusif dan bermanfaat.
Menatap masa depan, Heri berkomitmen untuk terus mengembangkan Joglo Temon Soedijono agar tidak hanya menjadi tempat acara biasa, melainkan sebuah pusat kegiatan yang lengkap dan inovatif.
Rencananya mencakup penambahan ruang meeting yang dapat menampung sekitar 20 orang. Kemudian, pembukaan minimarket untuk memenuhi kebutuhan dasar tamu, serta perluasan area parkir yang saat ini masih menjadi kendala.
Dengan harapan besar dan kerja keras, Heri optimistis tempat ini akan terus maju, berkembang, dan memberikan yang terbaik bagi semua pengunjung.
“Harapan saya untuk ke depan, usaha ini lebih maju, berkembang, fokus. Dan bisa menambah fasilitas terutama tempat parkir yang masih terbatas,” imbuhnya. (Nailah Sekar Abhinaya W/Frisca Nur Febrista)
Editor : H. Arif Riyanto