Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tim Pengabdian Universitas Tidar Adakan Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi

Puput Puspitasari • Selasa, 5 Agustus 2025 | 02:58 WIB

 

Dosen dan mahasiswa Untidar memberikan pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi kepada para tenaga pendidik dan kependidikan di SMK Satria dan SMK Kristen Bhakti Medika Wiyata (BMW).
Dosen dan mahasiswa Untidar memberikan pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi kepada para tenaga pendidik dan kependidikan di SMK Satria dan SMK Kristen Bhakti Medika Wiyata (BMW).

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tim Pengabdian Universitas Tidar yang diketuai Sri Wulandari, M.Hum., sukses melaksanakan pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi. Setidaknya ada dua sekolah yang menjadi mitra program, yakni SMK Satria Kota Magelang dan SMK Kristen Bhakti Medika Wiyata (BMW).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (10/7/2025), di SMK Satria Kota Magelang itu melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa Untidar. Mereka adalah Herpindo, M.Hum., Dr. Ir. Sigit Mujiarto, M.Eng., Irsyadi Shalima, M.Hum., Rahma Ade Triana, Ilmi Nurrin Nafiarur Rizqoh, dan M Rizky Nurdiansyah.

Kegiatan pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi ini terdiri dari tiga sesi mata pelatihan. Pemateri Herpindo, M.Hum yang juga menjabat Ketua Unit Layanan Disabilitas Untidar menjelaskan mengenai sekolah inklusif. Institusi pendidikan ini menaungi anak-anak disabilitas.

“Disabilitas adalah keterbatasan yang tidak hanya dilihat dari segi fisik, melainkan juga kognitif dan psikis,” katanya.

Hal tersebut, mampu membuka perspektif baru bagi guru dan tenaga kependidikan SMK Satria dan SMK Kristen BMW untuk memaknai diferensiasi peserta didiknya dalam berbagai aspek. Pada sesi ini terdapat diskusi dua arah, sehingga peserta pelatihan dapat menyampaikan argumennya mengenai hal yang sedang dibahas.

Sementara materi pendampingan modul ajar berdiferensiasi disampaikan Sri Wulandari, M.Hum dan Dr. Lilia Indriani, M.Pd. Berbagai pertanyaan dari peserta mewarnai sesi ini. Peserta ingin mengetahui lebih dalam bagaimana caranya menggabungkan model pendekatan dengan pendidikan berdiferensiasi dan mengetahui indikator yang digunakan dalam menganalisis kebutuhan siswa.

Peserta pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi.
Peserta pelatihan penyusunan modul ajar berdiferensiasi.

Tim pun merespon dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan modul ajar untuk masing-masing sekolah. Sesi ini disambut dengan antusias oleh guru, karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk membentuk kelompok kecil dan berdiskusi mengenai  modul ajar berdiferensiasi. Bahkan, terdapat sesi presentasi hasil kerja oleh perwakilan masing-masing sekolah.

Pada sesi presentasi, perwakilan guru memaparkan modul ajar yang telah disusunnya, kemudian mendapatkan tanggapan dari pemateri dan peserta pelatihan lainnya.

Peserta pelatihan, Mohkamad Nurfadlil memuji keberhasilan dari kegiatan ini. Peserta tidak hanya diberi materi, tapi juga solusi. “Pelatihannya sudah sangat bagus karena kita tidak hanya diberi materi tapi juga langsung mempraktikkan ke dalam bentuk modul dan dikoreksi langsung oleh pemateri,” pujinya.

Kepala SMK Satria Kota Magelang Zaenal Abidin, S.T menambahkan, kegiatan kolaboratif antara sekolah dengan Untidar ini mampu membuka perspektif baru mengenai pembuatan modul ajar untuk siswa berdiferensiasi. Sebagai tuan rumah, SMK Satria mendukung acara ini sebagai kegiatan positif yang patut dilestarikan.

“Semoga hubungan baik ini terus terjaga”, tambahnya.

Untuk diketahui, kedua mitra sekolah dalam pelatihan ini memiliki karakteristik masing-masing. SMK Satria Kota Magelang merupakan instansi pendidikan menengah kejuruan swasta dengan fokus jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Pada praktiknya, sekolah ini memberikan fasilitas laboratorium yang memadai untuk menunjang pembelajaran. Sekalipun fokus utama sekolah ini adalah kendaraan, pihak sekolah tetap memberi fasilitas ekstrakurikuler yang beragam untuk peserta didik, seperti setir mobil, las dan bubut, musik, pramuka, kerajinan logam, renang, dan teknik sepeda motor.

Lain halnya dengan  SMK Kristen BMW yang merupakan sekolah kejuruan dalam lingkup kesehatan, yaitu keperawatan dan formasi. Lulusan dari SMK ini ditargetkan menjadi tenaga kesehatan yang berkompetensi sesuai bidangnya masing-masing.

Selain memberikan fasilitas yang memadai, SMK Kristen BMW juga memiliki beberapa program unggulan seperti kemitraan dengan dunia usaha dunia industri (Dudi), bekerja di Jepang, beauty class, wushu, paduan suara, dan pembuatan produk herbal. Karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing sekolah, menjadikan keberagaman dalam kegiatan ini makin berwarna. (rahma ade triana/put/web)

Editor : H. Arif Riyanto
#Sekolah Inklusif #universitas tidar #tim pengabdian kepada masyarakat