Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dosen Untidar Kenalkan Sistem Perbankan Syariah dan Dasar Investasi Saham kepada Pelajar SMA Kota Magelang

Magang Radar Magelang • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 00:59 WIB

 

 

Para dosen Universitas Tidar,  mahasiswa, dan para peserta sosialisasi perbankan syariah dan investasi saham berfoto bersama usai acara, Kamis (31/7/2025).
Para dosen Universitas Tidar,  mahasiswa, dan para peserta sosialisasi perbankan syariah dan investasi saham berfoto bersama usai acara, Kamis (31/7/2025).

RADARMAGELANG.ID, Magelang –  Dosen Universitas Tidar memberikan sosialisasi pengenalan perbankan syariah dan dasar investasi saham untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan keuangan bagi pelajar SMA se-Kota Magelang, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari gaya hidup konsumtif.

Pihak-pihak yang terlibat acara ini merupakan dosen Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi dan Prodi Ekonomi Pembangunan. Tim PkM ini diketuai oleh Nibras Anny Khabibah, S.E., M.Sc., Ak, dengan anggotanya Drs. Whinarko Juliprijanto, M.Si., Yustirania Septiani, S.Pd., M.Sc., dan Mumpuni Wahyudiarti Sitoresmi, S.E., M.Ak. sementara pemateri acara, Siti Rokhaniyah, M.Sc, dan dua mahasiswa, yakni Antariksa dan Muhammad Mabruri.

Acara ini turut dihadiri Pengawas SMA Cabang Dinas VIII Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Dra. Puji Handayani, M.Pd, dan para guru ekonomi yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMA se-Kota Magelang.

Dra. Puji Handayani, M.Pd, menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen Universitas Tidar.

“Kegiatan ini sangat relevan dan bermanfaat bagi siswa, mengingat pemahaman mengenai literasi keuangan, khususnya perbankan syariah dan dasar investasi saham, masih perlu ditingkatkan di kalangan generasi muda,” katanya, di Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Kota Magelang. 

Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang konsep dan prinsip perbankan syariah, serta dasar investasi saham, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab yang sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah.

Ketua tim Nibras Anny Khabibah mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah menguatkan literasi keuangan, seperti pemahaman menabung dan juga investasi dengan hukum syariah.

Nibras ingin para pelajar tidak hanya mengenal perbankan konvensional, namun juga konsep perbankan syariah. 

“Perbankan syariah menjadi salah satu dari alternatif instrumen keuangan yang seharusnya mulai dipahami oleh anak-anak muda,” ujarnya.

Pemahaman literasi keuangan diyakini Nibras akan meningkatkan keinginan menabung dan berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih terencana.

“Karena anak-anak SMA ini akan kuliah, kemungkinan akan jauh dari orang tua, kemudian diamanahi dengan uang bulanan, sehingga mereka perlu paham bagaimana cara melakukan pengelolaan keuangan biar nggak boncos,” ucapnya. 

Keborosan anak zaman sekarang diamati karena kemudahan pengajuan pinjaman online (pinjol) dan berbelanja online.

Gaya hidup seperti ini menyebabkan seseorang mengambil keputusan salah.

“Kalau mereka tidak punya kesadaran dan pemahaman akan pengelolaan keuangan yang baik, akhirnya mereka akan terjebak dalam lingkaran setan kaitannya dengan keuangan yang tidak seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Nibras juga melihat ada dampak besar dari paparan konten sosial media yang memengaruhi gaya hidup konsumtif. Hasrat ingin membeli sesuatu karena keinginan menjadi lebih dominan, ketimbang berorientasi pada kebutuhan.

“Khawatirnya, masa depan tidak berjalan dengan baik, karena finansialnya gonjang-ganjing,” tuturnya.

Pihaknya berharap para orang tua ikut berperan dalam memberikan edukasi pengelolaan keuangan, serta menerapkan gaya hidup yang sesuai kemampuan ekonomi, tanpa memiliki kebiasan berhutang.

Setidaknya, anak-anak dibiasakan menyisihkan 10 persen dari uang saku untuk menabung. (mg4/mg5/put/web)    

Editor : H. Arif Riyanto
#Fakultas Ekonomi #universitas tidar #Pengabdian kepada masyarakat