RADARMAGELANG.ID, Magelang– Dalam rangka mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan dan berbasis teknologi, Unit Pelaksana Akademik (UPA) Taman Agroteknologi Universitas Tidar (Untidar) Magelang menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pertanian Kota Magelang untuk melakukan kegiatan penyemprotan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) padi menggunakan teknologi Drone Sprayer.
Kegiatan ini dilaksanakan di area persawahan milik Kelompok Tani Marsudikismo di Kelurahan Cacaban, Kota Magelang.
Penyemprotan dilakukan sebagai respons terhadap serangan organisme pengganggu tanaman yang mulai mengancam produktivitas padi di wilayah tersebut.
Inovasi ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kebutuhan petani di lapangan.
Teknologi Drone Sprayer yang digunakan dalam kegiatan ini memungkinkan proses penyemprotan dilakukan dengan cepat, akurat, dan menjangkau area yang luas tanpa perlu menyentuh tanaman secara langsung, sehingga lebih ramah lingkungan dan efisien dibanding metode manual konvensional.
Kepala UPA Taman Agroteknologi Untidar Dr Ir Yudhi Arnandha MT menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran serta UPA Taman Agroteknologi Untidar dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa diakses dan dimanfaatkan oleh petani secara langsung. Drone Sprayer ini merupakan salah satu alat modern yang terbukti efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Harapannya, ke depan petani-petani kita bisa lebih adaptif terhadap inovasi yang mendukung produktivitas dan efisiensi bidang pertanian,” ujar Dr Yudhi.
Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kota Magelang Muhlasin SP menyambut baik kolaborasi tersebut.
Mereka menyampaikan apresiasi dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini sangat penting untuk memberikan dukungan kepada kelompok tani lainnya di Kota Magelang, agar mereka juga mendapatkan manfaat dari teknologi pertanian modern,” ujar Muhlasin.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini dapat menjadi model kolaborasi yang menginspirasi dalam pembangunan sektor pertanian yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan di Kota Magelang dan sekitarnya. (ima/aro)
Editor : H. Arif Riyanto