Puput Puspitasari• Selasa, 20 Mei 2025 | 20:16 WIB
Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso menyerahkan tong sampah saat membuka program Pemuda Sekolah Sampah yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang.
RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pemkot Magelang melatih pelajar di Kampung Iklim RT 01 RW 18 Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, untuk memiliki keterampilan mengelola sampah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini merupakan implementasi Program 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang dalam rangka menciptakan kota yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso menjelaskan, pelatihan bertajuk "Pemuda Sekolah Sampah" tersebut bertujuan untuk menanamkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Jika budaya mengelola sampah sejak dini terbentuk, ia yakin akan tercipta lungkungan bersih dan sehat.
"Saya apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang luar biasa dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam mengedukasi para pelajar di Kota Magelang tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab," kata Dokter Sri beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Program Sekolah Sampah ini bukan sekadar memberikan pengetahuan teoritis.
Tapi juga menanamkan kesadaran dan membentuk perilaku positif sejak dini terhadap isu lingkungan yang sangat krusial.
Melalui program ini, para pelajar diajak untuk memahami siklus sampah, mempraktikkan pemilahan sampah, serta melihat sampah sebagai sumber daya yang berpotensi untuk diolah kembali.
"Saya sangat bangga melihat semangat kolaborasi ini dalam mewujudkan lingkungan Kota Magelang yang lebih bersih, sehat, dan lestari," imbuhnya.
Kepala DLH Kota Magelang Mahmud Yunus menambahkah, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk menumbuhkan kesadaran serta mengajak seluruh komponen dan masyarakat utamanya bagi para pelajar peduli pada lingkungan.
"Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu agar para pelajar dapat mengimplementasikan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal, serta memperkuat program Sekolah Adiwiyata di sekolah masing-masing," jelas Yunus.
Adapun peserta kegiatan Pemuda Sekolah Sampah yaitu para pelajar SMP se-Kota Magelang masing-masing sejumlah 2 orang dari 24 sekolah, sehingga total peserta 48 orang. (put/aro)