Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

RSUD Budi Rahayu Kota Magelang Kekurangan Lahan, Untuk Perluasan Dewan Anggarkan Rp 10 Miliar

Puput Puspitasari • Selasa, 18 Maret 2025 | 05:54 WIB
RSUD Budi Rahayu Kelas D Kota Magelang membutuhan tambahan lahan untuk pengembangan dan kantong parkir pengunjung yang saat ini masih terbatas.
RSUD Budi Rahayu Kelas D Kota Magelang membutuhan tambahan lahan untuk pengembangan dan kantong parkir pengunjung yang saat ini masih terbatas.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – RSUD Budi Rahayu Kelas D kekurangan lahan untuk perluasan area rumah sakit.

Salah satunya digunakan untuk kantong parkir pengunjung.

Lahan parkir yang saat ini ada dinilai terbatas.

Harus berbagi dengan karyawan dan mobil ambulans.

Sekretaris Komis B DPRD Kota Magelang Waluyo menjelaskan, Pemkot Magelang telah menganggarkan untuk pembelian tanah yang ada di samping rumah sakit sekitar Rp 10 miliar.

“Jadi, sudah dianggarkan dan sudah ada anggarannya. Akan tetapi tidak jadi dibeli, karena harga appraisal dengan harga yang disebut (diminta) penjual selisihnya terlalu jauh, akhirnya dibatalkan,” jelasnya, baru-baru ini.

Demi keamanan, pembatalan itu beralasan.

“Kenapa? Karena kalau jauh dari appraisal, takutnya akan timbul permasalahan. Kan nggak boleh,” imbuhnya.

Uang itu pun akhirnya kembali ke kas daerah. 

Namun sejatinya jika terbeli, lahan itu akan digunakan untuk pengembangan gedung dan lahan parkir.

“Modelnya pakai basement untuk parkir,” terangnya.

Yang bisa dilakukan pihak rumah sakit saat ini adalah memanfaatkan lahan yang ada.

Beberapa ruang sedang dalam perbaikan untuk bangsal rawat inap pasien.

Menurut Waluyo, Pemkot Magelang perlu berinovasi agar tidak menjadi kota yang ditinggalkan. Kota ini memiliki tiga kecamatan dengan luasan yang kecil, sehingga perlu memperkuat pelayanan di bidang jasa. Termasuk di bidang kesehatan.

“Magelang kalau tidak punya inovasi dengan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat dan untuk mendulang PAD, nonsense,” tandasnya.

Kata dia, Kota Magelang akan menghadapi tantangan besar, karena menjadi salah satu gerbang exit tol Jogja-Bawen.

Pihaknya pun merencanakan rumah sakit kelas C yang menggunakan bekas gedung Disporapar Kota Magelang (Jalan Jenderal Gatot Soebroto).

Meski bertahun-tahun pembangunan rumah sakit kelas C terbengkalai, tahun ini rencana itu kembali dimatangkan.

“Ke depan, kita harus sudah menata pembangunan rumah sakit kelas C. Karena rencana dan anggaran sudah ada sejak 2017 lalu. Gambarnya sudah bagus, tapi sekarang baru disesuaikan lagi anggarannya dan grand design-nya, karena ada kebijakan efisiensi anggaran,” ungkapnya.

Direktur RSUD Budi Rahayu Kelas D Nofi Ahyani mengatakan, ia tidak bisa menjelaskan terlalu banyak mengenai batalnya pembelian lahan.

Karena saat kejadian itu, ia belum bertugas di RSUD Budi Rahayu.

“Secara pasti saya enggak bisa matur, karena pada saat kegiatan tersebut saya belum di sini. Itu tahun 2021, dan saya di sini baru September 2022,” ujar Nofi.

Toh begitu, Nofi akui jika RSUD Budi Rahayu kekurangan lahan untuk pengembangan rumah sakit dan penambahan lahan parkir.

Diketahui, RSUD Budi Rahayu Kelas D lokasinya bersebelahan dengan Pasar Gotong Royong.

Dulunya, rumah sakit ini merupakan rumah sakit bersalin.

Sekarang menjadi rumah sakit kelas D dan menerima pasien dengan berbagai penyakit. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#perluasan lahan #RSUD Budi Rahayu Magelang #DPRD Kota Magelang #lahan parkir #RSUD Budi Rahayu