Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Disdukcapil Kota Magelang Luncurkan Inovasi Layang Mantan untuk Menjangkau Kelompok Rentan

Puput Puspitasari • Rabu, 19 Februari 2025 | 05:47 WIB
Petugas Disdukcapil Kota Magelang memberikan pelayanan Layang Mantan kepada disabilitas, Nazwa Elea Putri di Kluyon.
Petugas Disdukcapil Kota Magelang memberikan pelayanan Layang Mantan kepada disabilitas, Nazwa Elea Putri di Kluyon.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang memastikan tidak ada satupun warga Kota Magelang yang tertinggal.

Pihaknya meluncurkan inovasi Layang Mantan (Layanan Administrasi Kependudukan Sayang Masyarakat Rentan), guna menjangkau warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan (adminduk).

Kepala Disdukcapil Kota Magelang RR Sri Mulatsih ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kelompok rentan.

Seperti kepada disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, orang sakit di rumah atau rumah sakit, maupun warga dengan gangguan kejiwaan.

“Setelah kita mendapatkan informasi bahwa ada penduduk yang perlu mendapatkan layanan namun mengalami keterbatasan, kami akan datang ke yang bersangkutan untuk memberikan layanan,” jelas Ucik—sapaan akrabnya, Selasa (18/2/2025).

Informasi itu bisa disampaikan oleh pemohon, keluarga, masyarakat, maupun kelurahan.

Bahkan Ucik menjamin tidak ada pungutan biaya terhadap layanan tersebut.

Juga tidak membatasi jumlah minimum layanan.

“Satu orang pun akan kita datangi, kita layani,” tandasnya.

Menurut Ucik, setiap penduduk Kota Magelang berhak memiliki identitas kependudukan.

Karena itu, ia ingin seluruh warganya memiliki nomor identitas kependudukan (NIK), agar tidak mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan maupun pelayanan publik.

Ucik bercerita, Layang Mantan lahir dari keprihatinan pihaknya terhadap masyarakat kelompok rentan yang terkadang terpinggirkan.

Namun di Kota Magelang, mereka justru diprioritaskan.

“Kadang penduduk rentan menjadi yang terpinggirkan. Tapi kami sangat menyayangi mereka, dan harus bisa menangkap kebutuhan mereka. Ini termasuk layanan inklusi,” ucapnya.

Pihaknya juga membekali petugas pelayanan untuk bisa berbahasa isyarat, supaya bisa melayani teman-teman disabilitas yang mengalami gangguan pendengaran dan bahasa.

“Kita juga menggandeng mereka (lembaga atau sekolah, Red) yang memiliki kebutuhan khusus, kami siap menerjunkan petugas ketika dibutuhkan. Seperti di sekolah anak-anak berkebutuhan khusus, ketika dibutuhkan perekaman KTP bagi siswa, satu pun kami layani,” ungkapnya. (put/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#disabilitas #berkebutuhan khusus #disdukcapil kota magelang #lansia 59 tahun tewas di kos