RADARMAGELANG.ID, Magelang— Lahan Balai Diklat Kepemimpinan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di dekat Alun-Alun Kota Magelang segera dibangun Gedung Balai Kota Magelang yang baru.
Barang milik negara (BMN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa tanah, bangunan, serta peralatan dan mesin itu sudah dihibahkan kepada Pemkot Magelang, Senin (3/2/2024).
Serah terima yang dilakukan di Pendopo Pengabdian ini merupakan implementasi dari perjanjian hibah antara Kemenkeu dan Pemkot Magelang dengan Nomor PRJ-28/MK.1/SJ.7/2023 dan 030/511/440 tanggal 12 September 2023 tentang Hibah BMN.
Serta surat persetujuan hibah oleh pengguna dan pengelola barang nomor ND-1/MK.11/PP.1/2025 dan S-957/MK.6/KNL.0702/2024.
Baca Juga: Pembangunan Awal Gedung Balai Kota Magelang Butuh Rp 47 Miliar
Sebelumya, pada 13 September 2022, telah ditandatangani nota kesepahaman antara TNI, Kemenkeu, dan Pemkot Magelang Nomor B/1077/IX/2022/Slog, MoU-3/SJ/2022, dan 030/914/440/2022. Tentang penyerahan dan penerimaan hibah tanah dan bangunan di Kota Magelang.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menambahkan, balai diklat tersebut memang direncanakan untuk dihibahkan kepada pemkot.
Sebab, pemkot perlu membuat balai kota baru karena gedung pemerintahan yang saat ini digunakan merupakan aset milik Akademi TNI.
Dia juga telah berkomunikasi dengan wali Kota Magelang terpilih untuk melanjutkan rencana pembangunan balai kota di kompleks alun-alun tersebut.
"2025 ini harusnya sudah mulai (pembangunan) karena itu multi years sampai 2028. (Bangunannya) ya dibongkar, tapi mungkin pendoponya yang tidak (dibongkar)," sebutnya.
Namun, dia tidak menyebut secara pasti jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk membangun balai kota baru.
Hanya saja, setiap tahun, pemkot telah mencicil anggarannya.
Terkait dengan alat yang diterima dari Kemenkeu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintahan selanjutnya.
Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengutarakan, serah terima hibah BMN ini berupa satu bidang tanah seluas 14.861 meter persegi, 20 unit bangunan, serta 1.715 unit BMN berupa peralatan dan mesin.
Penyerahan BMN ini menunjukkan komitmen Kemenkeu selaku pengelola BMN terhadap Pemkot Magelang dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan.
Di mengatakan, BMN yang dihibahkan itu praktis menjadi barang milik daerah dari Pemkot Magelang.
"Tentu nanti terserah pemkot penggunaannya seperti apa, tapi untuk balai diklat itu cukup bersejarah karena berkegiatan sejak 1985," paparnya.
Balai Kota Baru di Alun-Alun salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Balai Kota Magelang baru, yang direncanakan mulai dibangun pada awal 2025.
Meski pembangunan fisiknya belum dimulai, tanda-tanda persiapan sudah terlihat.
Melansir dari tayangan youtube Sera Channel dengan judul "10 Proyek besar yang akan mengubah kawasan Magelang secara signifikan", di gerbang sisi timur lokasi pembangunan, telah terpasang banner pengumuman studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam memastikan kelayakan lingkungan untuk proyek besar ini.
Nantinya, gedung baru setinggi 10 lantai ini tetap mempertahankan pendopo eksisting yang sudah ada sebelumnya sebagai bagian dari desain yang menghormati budaya dan sejarah lokal.
Gedung baru ini juga diharapkan menjadi ikon baru Kota Magelang, melambangkan kemajuan kota yang semakin modern. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto