RADARMAGELANG.ID, Magelang– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menyerahkan hibah barang milik negara (BMN) berupa tanah, bangunan, serta peralatan dan mesin eks Balai Diklat Kepemimpinan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan kepada Pemkot Magelang, di Pendopo Pengabdian, Senin (3/2/2025).
Balai diklat yang dihibahkan Kemenkeu tersebut berada di Alun-alun Utara Kota Magelang. Dan akan digunakan Pemkot Magelang sebagai balai kota.
Kemenkeu tidak hanya memberikan sebidang tanah seluas 14.861 meter persegi.
Tapi juga 20 unit bangunan, ditambah 1.715 unit peralatan dan mesin.
Total tanah dan bangunan yang diserahkan itu senilai Rp 211,9 miliar.
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Andin Hadiyanto menjelaskan, serah terima aset mengalami proses yang panjang.
Sebelumnya, pada 13 September 2022 telah ditandatangani nota kesepahaman antara TNI, Kemenkeu, dan Pemkot Magelang—yang salah satunya menyatakan akan dilakukan hibah BMN pada Balai Diklat Kepemimpinan kepada Pemkot Magelang.
Baca Juga: Ditjen EBTKE Dampingi Manajemen Energi di Gedung Baru Balai Kota Magelang
Serah terima ini juga menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan perjanjian hibah antara Kemenkeu dan Pemkot Magelang yang ditandatangani pada 12 September 2023 tentang Barang Hibah Milik Negara.
“Kita telah bekerja bersama-sama dengan tim dalam mengurus aset ini, supaya dapat kita proses dengan transparan, akuntabel,” kata Andin Hadiyanto.
Ia menyebut, Balai Diklat Kepemimpinan tersebut merupakan gedung “bersejarah”.
Gedung ini memiliki pendopo yang konon dibangun tahun 1810. Serta menjadi kawah candradimuka para pejabat Kemenkeu.
“Hampir semua eselon 1 dan eselon 2 alumni Balai Diklat Kepemimpinan,” ucapnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, BMN itu diserahkan kepada Pemkot Magelang untuk selanjutnya menjadi barang milik daerah (BMD).
Pun demikian dengan pemanfaatannya diserahkan kepada Pemkot Magelang.
“Balai Diklat di Magelang ini cukup bersejarah, kita memulai kegiatan di sana tahun 1985 atau sampai dengan saat ini sudah 40 tahun. Dan telah mencetak pemimpin-pemimpin di Kementerian Keuangan sampai saat ini” terangnya.
Ia pun menceritakan, “tukar guling” seperti ini juga pernah dilakukan Kemenkeu dengan Pemkab Magelang sekitar 40 tahun yang lalu.
“Jadi kita sudah melakukan (hibah) aset seperti ini dengan Pemkab Magelang dan Pemkot Magelang untuk kemaslahatan, kesejahteraan masyarakat di Magelang, baik kota maupun kabupaten,” tandasnya.
Namun ketika ditanya terkait pemindahan gedung baru Balai Diklat Kepemimpinan usai aset yang di Kota Magelang dilepas, Suahasil Nazara enggan menjawab spesifik.
Ia hanya memberikan keterangan, bahwa Kemenkeu memiliki banyak balai diklat.
“Di Indonesia kita punya beberapa jenis badan diklat, yang terbesar di Jakarta dan di beberapa daerah yang lain,” ucapnya.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyebut, Balai Diklat Kepemimpinan akan dialihfungsikan menjadi gedung balai kota.
Pihaknya merencanakan pembangunan balai kota pada tahun ini, setelah seluruh pencatatan aset selesai dilakukan dan dilelang.
“Pembangunannya multi years sampai 2028,” jelasnya.
Pihaknya pun telah membahas pembangunan balai kota kepada calon wali kota terpilih, yakni Damar Prasetyono. “Saya sudah menyerahkan kepada wali kota baru untuk meneruskan rencana ini,” katanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto