RADARMAGELANG.ID, Magelang – Sebuah bangunan warung sederhana di Kota Magelang menjadi tempat penimbunan kucing.
Ironisnya, banyak kucing yang mati dan menjadi bangkai.
Kasus ini terungkap setelah videonya viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh artis Davina Veronica, Selasa (29/10/2024) dengan caption”Urgent!! Kasus Penimbunan Kucing di Magelang! 25 Ekor Mati dan 17 Ekor yang Masih Hidup Sangat Membutuhkan Bantuan Anda.”
Pada pertengahan Oktober lalu, kucing-kucing itu telah dievakuasi oleh kelompok perlindungan hewan dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN).
Salah satu aktivis JAAN Mustika mengatakan, pihaknya mendapati 17 ekor kucing hidup yang kondisinya kurus dan lemah di bangunan warung tersebut.
Lokasinya di Kampung Kluyon, Kecamatan Magelang Utara.
Mustika menjelaskan, awalnya dirinya mendapatkan laporan adanya orang yang menimbun kucing.
Jumlah kucing mencapai puluhan ekor.
Namun kucing-kucing tersebut tidak terawat.
“Saya kebetulan sedang berada di Magelang. Setelah saya datang ke lokasi bersama Ketua RT, dari luar rumah saya sudah mencium bau busuk. Saat saya cek masuk ke dalam, ternyata banyak kucing yang mati hingga kering,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (29/10/2024).
Tercatat ada 17 ekor kucing yang masih hidup, sedangkan yang mati dan tinggal kerangkanya sekitar 25 ekor.
Penghuni warung sekaligus pemilik kucing adalah seorang perempuan berinisial E.
Mustika mengungkapkan, E berpindah-pindah rumah kontrakan lantaran diusir warga yang terganggu dengan bau bangkai dan kotoran kucing yang disimpannya.
“Pelaku sering ambil kucing di jalan-jalan sejak sekitar 2,5 tahun lalu. Tapi, dia tidak punya biaya untuk merawatnya. Kucing ini dikasih makan tahu atau tempe,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kondisi kucing sangat memprihatinkan.
Setelah dievakuasi, kucing-kucing tersebut langsung dibawa ke klinik.
Mustika menyebutkan, hasil pemeriksaan menunjukkan belasan kucing itu terserang bakteri.
Kini, sebanyak 17 ekor kucing dan E diinapkan di sebuah kontrakan di Kecamatan Magelang Tengah.
Pihaknya membuka donasi perawatan kucing dan sewa kontrakan lantaran tidak bisa menanggung biaya yang menembus angka Rp 34 juta.
“Nantinya kucing juga bisa diadopsi asal dipelihara dengan layak,” imbuh dia.
Pemilik kontrakan yang ditempati E, Mbah Ahmadi, 79, menjelaskan, E mengontrak di warung miliknya hanya satu bulan saja.
Ia menyewa dengan harga Rp 250 ribu.
Dikatakan Mbah Ahmadi, awalnya E tidak membawa kucing atau hewan peliharaan apa-apa.
Tapi setelah menempati, ternyata dia membawa kucing yang jumlahnya 17 ekor.
“Awalnya di situ izinnya untuk jualan nasi kucing,” jelasnya.
Dia mengakui, kerap mencium bau kotoran kucing lantaran E membuangnya dengan dibungkus plastik di tempat sampah. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto