RADARMAGELANG.ID, Magelang—Hari terakhir Festival Lima Gunung XXIII, Minggu (29/9/2024), dibanjiri ribuan pengunjung.
Acara ini menampilkan 26 kelompok kesenian dengan berbagai pementasan, mulai tari tradisional, musik, dan perform seni lainnya.
Puncak kegiatan berlangsung di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Ketua Komunitas Lima Gunung Sujono Keron menyatakan, festival tahun ini diperpanjang menjadi lima hari karena tingginya minat peserta dan penonton.
"Kami awalnya merencanakan tiga hari, tetapi pendaftaran peserta sangat banyak, sehingga kami putuskan untuk memperpanjang," ungkap Sujono.
Dinda, pengunjung asal Jogja mengungkapkan rasa senang terhadap keberadaan festival ini.
"Saya sangat menikmati pertunjukan tari dan musiknya. Ini adalah kesempatan langka untuk melihat seni budaya dari berbagai daerah berkumpul di satu tempat," kata Dinda kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Seniman lokal yang berpartisipasi dalam festival, Budi, mengatakan, festival ini bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi juga tentang memperkuat komunitas dan menjalin hubungan antar seniman dari berbagai daerah.
Ia menambahkan, festival seperti ini sangat penting untuk melestarikan budaya lokal dan memberikan ruang bagi seniman untuk mengekspresikan diri.
Panggung yang disiapkan untuk festival ini juga menarik perhatian dengan instalasi seni yang unik.
Warga setempat terlibat dalam pembuatan panggung menggunakan bahan alami, seperti jerami dan akar tembakau.
"Kami ingin menunjukkan kekayaan alam dan budaya kami melalui instalasi ini," jelas Sujono. (mg28/aro)
Editor : H. Arif Riyanto