Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Kunci Bos Muda Konsisten Rintis Usaha, Tidak Mudah Melempem

Puput Puspitasari • Kamis, 4 Juli 2024 | 05:14 WIB
Wali Kota Magelang dt Muchamad Nur Aziz menyemangati peserta Bisnis Orientasi Sukses Pemuda Magelang (Bos Muda) di Pendopo Pengabdian, Rabu (3/7/2024).
Wali Kota Magelang dt Muchamad Nur Aziz menyemangati peserta Bisnis Orientasi Sukses Pemuda Magelang (Bos Muda) di Pendopo Pengabdian, Rabu (3/7/2024).

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Sebanyak 73 peserta antusias ikuti program Bisnis Orientasi Sukses Pemuda Magelang (Bos Muda) di Pendopo Pengabdian, Rabu (3/7/2024).

Acara ini menghadirkan para pengusaha muda di Magelang untuk jadi motivator.

Rinto, misalnya, pengusaha kopi arabika Kaliangkrik Magelang ini membagikan tips mengembangkan usaha.

"Agar mimpi tercapai, harus punya tujuan yang jelas, dorongan yang kuat, komitmen, konsisten, disiplin, coba mininal sekali," katanya.

Mental pengusaha juga jangan mudah mlempem.

Menurut Rinto, wirausaha tidak boleh membandingkan usaha sendiri dengan usaha milik orang lain.

Sebaiknya, tertanam konsep diri yang selalu positif.

Bahwa tiap pribadi unik dan punya jatah sendiri untuk usaha yang sedang digeluti. 

Rinto sendiri membutuhkan proses lama sampai pada tahap sekarang ini.

Usahanya ramai.

Kopinya juga dilirik Mas Menteri alias Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno pada 2021. 

Padahal, usaha kopi dirintis sejak 2012 lalu.

Ia juga sempat kesulitan mengubah pola pikir masyarakat di sekitar desanya, dari menanam tembakau ke komoditas baru, yakni kopi. 

"Kedatangan Mas Menteri itu atas inisiatif beliau sendiri, bukan undangan kami atau pemerintah setempat. Tapi karena branding yang kami lakukan, menarik perhatian beliau untuk datang ke Kaliangkrik," tambahnya.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz juga membakar semangat peserta. Ia mendorong agar calon-calon pengusaha atau kalau sudah punya usaha, tetap memperjuangkan pendidikan.

Sekalipun usaha yang ditekuni telah berkembang dan besar. 

"Pengusaha minimal S-1. Kalau masih lulusan SMA, bisa lanjut lagi (kuliah, Red)," imbuhnya. 

Menurut Dokter Aziz, jalan menjadi pengusaha ada tiga jalur.

Pertama, talenta atau bakat.

Kedua, belajar.

Ketiga, perpaduan bakat dan belajar. 

"Kalau bakat sudah dari lahir, maka akan menjadi pengusaha. Kemudian bisa dicapai dengan perpaduan keduanya," terangnya. 

Ia sendiri pernah jatuh bangun dalam berbisnis.

Sampai akhirnya berhasil memiliki rumah sakit swasta di luar daerah.

"Pengalaman saya mendirikan beberapa klinik, dari awal lancar sampai tutup, sudah saya alami. Itulah pengusaha harus siap menghadapi segala tantangan, sampai akhirnya saya memberanikan diri mendirikan rumah sakit, berhasil, dan sampai sekarang punya empat," ucapnya yang disambut tepuk tangan dan riuh peserta. 

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Sarwo Imam Santoso menjelaskan, Bos Muda ini program untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

Program ini akan berlangsung selama setahun, berakhir Juli 2025.

"Diawali pembukaan dan pelatihan perdana ini, lalu pelatihan lanjutan, pembuatan proposal, magang, sampai nanti pendirian usaha," katanya. (put/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Bos Muda #bisnis #Wali Kota Magelang dr H Muchamad Nur Aziz #Kota Magelang