Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tanaman Hias Sintetis Marak, Pesona Anggrek Hias Tak Terkalahkan, Begini Penjelasan Karyawan Toko Bunga Nambangan Kota Magelang

Puput Puspitasari • Rabu, 5 Juni 2024 | 04:34 WIB
Karyawan Toko Bunga Nambangan Kota Magelang Muhamad Ariyadi menunjukkan anggrek hias yang menjadi tanaman primadona meskipun bermunculan anggrek sintetis dengan berbagai varian dan harga.
Karyawan Toko Bunga Nambangan Kota Magelang Muhamad Ariyadi menunjukkan anggrek hias yang menjadi tanaman primadona meskipun bermunculan anggrek sintetis dengan berbagai varian dan harga.

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Maraknya tanaman sintetis tak lantas menggantikan pesona anggrek asli.

Pembudidaya anggrek di Kota Magelang tetap optimistis punya pasar tersendiri.

Seperti diungkapkan oleh karyawan Toko Bunga Nambangan Muhamad Ariyadi.

Ia mengaku masih merasakan ramainya penjualan.

Setiap hari, pihaknya mampu menjual 300-400 pot per hari.

“Kita penjualannya ada dua, secara langsung datang ke toko dan secara online,” ujar Adi—sapaan akrabnya, Selasa (4/6/2024).

Ia menyebut, anggrek masih diminati karena cara perawatannya.

Anggrek hibrida maupun spesies, sama-sama mudah.

Di samping itu, harga yang tidak mudah berubah.

Kenaikannya pun tidak signifikan.

“Anggrek bukanlah bunga musiman yang hanya laku sesaat. Anggrek sudah punya banyak penggemar dan kolektor,” jelasnya.

Tokonya juga termasuk pemain lama di bidang tanaman hias.

Sejak 1997 lalu, toko bunga Nambangan sudah menjual tanaman hias.

Kemudian fokus budidaya anggrek pada tahun 2013.

Karena itu, pihaknya punya banyak pelanggan.

Saat ini, pihaknya menyediakan 10-12 jenis anggrek.

Untuk jenis anggrek hibrida, ada anggrek bulan dan dendrobium.

Kemudian anggrek spesies, ada jungle atau dari hutan Papua.

Namun, khusus jenis ini tidak sewaktu-waktu tersedia.

Stok hanya berdasarkan pesanan, karena harganya yang selangit mencapai jutaan.

Namun, jenis anggrek yang masih jadi primadona adalah anggrek dendrobium dan anggrek bulan.

Kedua jenis ini mudah secara perawatan, cocok untuk pemula, dan harganya terjangkau. Hanya sekitar Rp 65 ribu-Rp 120 ribu.

Perawatan anggrek juga dibedakan berdasarkan jenisnya.

Ia mencontohkan, anggrek bulan atau phalaenopsis membutuhkan  tempat sejuk agar dapat berbunga.

Berbeda dengan jenis anggrek dendrobium yang harus terkena cahaya matahari langsung untuk dapat berbunga.

“Tapi, jangan sering-sering dijemur juga. Karena dari bibit dipelihara di bawah ruangan, jadi kalau mau ditaruh di luar, ya pelan-pelan dulu, bertahap. Kalau dipaksa langsung di bawah sinar matahari, anggreknya akan cepat rontok dan hanya bertahan seminggu. Kan sayang,” papar Adi.

Penyiraman juga cukup satu sampai dua kali seminggu.

Agar tumbuh subur, pemberian pupuk kimia maupun pupuk alami dilakukan hanya seminggu sekali.

Pupuk alami bisa didapatkan dari olahan air cucian beras dan lidah buaya.

“Bisa juga menggunakan insektisida dan fungisida untuk mencegah penyakit tumbuhan,” imbuh Adi.

Adi pun berharap agar ke depannya para  penikmat di bidang budidaya anggrek itu semakin meningkat.

Ia pun memberikan tips pemilihan anggrek sebelum dibeli agar tidak mengecewakan atau zonk.

Yakni dengan memerhatikan kondisi akar, batang, dan daun.

“Jangan terkecoh dengan warna yang cantik saja,” pesannya.

Ia juga berpesan apabila melakukan pemotongan pada bagian tanaman yang membusuk, harus menggunakan alat yang steril. 

“Jangan sampai malah menimbulkan jamur baru,” katanya.

Sementara itu, pecinta anggrek, Desi Ria Listyowati mengaku lebih tertarik dengan anggrek asli ketimbang sintetis.

Meskipun anggrek sintetis lebih variatif dan tak perlu disiram, tapi sensasinya berbeda.

“Kalau yang asli, lihat tunasnya tumbuh saja sudah bahagia. Saya rasa, sensasi itu tidak terkalahkan,” ucapnya.

Ia pun mengoleksi beberapa jenis anggrek.

Seperti anggrek cattleya, cattleya, dendrobium, anggrek bulan, anggrek vanda, dan beberapa jenis anggrek yang beraroma wangi. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#anggrek bulan #anggrek #online #Dendrobium Crumenatum #tanaman hias #nambangan lor #Primadona #kolektor #sintetis #hutan papua #Anggrek Vanda #Kota Magelang