Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Parajin Kayu di Magelang Masih Bergeliat, Produk Kayu Estetik Digemari Masyarakat

Puput Puspitasari • Jumat, 31 Mei 2024 | 05:30 WIB
Perajin kayu di Pucang, Secang, Kabupaten Magelang, terus berinovasi dan memperluas pasar, agar masih bisa merasakan derasnya pesanan dari konsumen.
Perajin kayu di Pucang, Secang, Kabupaten Magelang, terus berinovasi dan memperluas pasar, agar masih bisa merasakan derasnya pesanan dari konsumen.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Perajin kayu di Magelang masih cukup bergeliat.

Kondisi itu banyak dipengaruhi oleh kecenderungan masyarakat yang menyukai konsep aesthetic untuk mengisi pernak-pernik rumah.

Tren estetik ini pun disebut-sebut "menolong" industri kerajinan tetap hidup di tengah gempuran modernisasi dan modernitas.

Seperti dirasakan Muhammad Yasta Aninda, perajin kayu asal Pucang, Secang, Kabupaten Magelang, ini masih aktif memproduksi aneka kerajinan kayu dari permintaan konsumen.

Seperti sendok madu, piring, gelas, baki. Kemudian kerajinan untuk kebutuhan suvenir pernikahan seperti kalender kayu, kipas tangan, ukiran huruf abjad, dan lainnya.

Serta berbagai hiasan desain interior kayu.

Rata-rata kerajinan yang dibuatnya itu custom atau dipesan sesuai keinginan dan selera konsumen.

Pelayanan ini membuat usaha yang dirintisnya bersama sang ayah, Muchamad Yasirun, pada 2010 lalu masih jalan.

Ia juga secara periodik mengikuti minat pasar.

"Kita sesuaikan keinginan mereka. Misalnya, ingin warna-warna warm tone atau tidak gonjreng, bentuknya sederhana, dan menggunakan bahan baku kayu berkualitas," terang pemuda 27 tahun itu, kemarin.

Karena itu, ia tak khawatir dengan makin maraknya perabotan plastik impor yang harganya "ambrol".

Ia yakin bahwa setiap konsumen memiliki gaya masing-masing.

Ada yang lebih suka menggunakan peralatan atau hiasan dari plastik.

Namun, ada juga yang lebih suka menggunakan bahan dari kayu.

Selain lebih estetik, elemen kayu menonjolkan sisi alami dan menghadirkan suasana tenang.

"Kalau saya yakin, pangsa pasar untuk setiap usaha itu pasti ada. Tinggal kita sesuaikan saja dengan kebutuhan konsumen pada saat itu," ungkapnya.

Yang tak boleh luput dalam berbisnis adalah membangun pemasaran online.

Ia pun melakukannya.

Sudah ribuan produk terjual dari pemasaran secara daring.

Ia tak menghitung berapa jumlahnya.

Produk-produk itu memiliki harga yang variatif, tergantung banyaknya  bahan baku yang digunakan dan tingkat kerumitannya.

Ia membanderol produknya mulai Rp 2.000-Rp 100.000 per buah.

Produk paling laris untuk warga lokal adalah sendok kayu harga Rp 2.000-Rp 3.000, baki kayu sekitar Rp 10.000.

Kemudian produk kerajinan kayu untuk interior yang nilainya ratusan.

Ia pun mengerjakan pesanan suvenir pesta dari pemain besar, sehingga jumlah pesanan bisa lebih banyak.

Ia pun menyemangati para perajin kayu di luar sama, agar tidak berhenti berkarya dan memaksimalkan promosi.

Hal ini bukan hanya untuk meraup keuntungan, namun juga untuk mempertahankan citra kerajinan kayu sebagai produk usaha dan kesenian.

"Janganlah ditinggal, karena kerajinan itu kan termasuk barang seni ya. Kita harus semangat dan semoga masyarakat semakin cinta terhadap produk kayu untuk mendukung perajin lokal tetap hidup," katanya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Perajin Kayu #Secang #Pucang #Kabupaten Magelang