Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

20.000 Orang Hadiri Haul Mbah Mad Watucongol Kabupaten Magelang, Jamaah Rela Tahlil di Bawah Hujan Deras dan Beralas Tikar di Jalanan

Puput Puspitasari • Selasa, 6 Februari 2024 - 01:53 WIB
Sedikitnya 20.000 jamaah dari berbagai daerah hadir dalam haul ke-14 KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau Mbah Mad di Ponpes Darussalam Watucongol, Kabupaten Magelang
Sedikitnya 20.000 jamaah dari berbagai daerah hadir dalam haul ke-14 KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau Mbah Mad di Ponpes Darussalam Watucongol, Kabupaten Magelang

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Lebih dari 20.000 jamaah memadati Ponpes Darussalam Dalem Tengah Watucongol untuk mengikuti haul ke-14 atau peringatan meninggalnya KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau Mbah Mad, Minggu (4/2/2023).

Para jamaah bahkan meluber hingga ke jalan raya, dan rela mengikuti tahlil dan pengajian di bawah hujan deras. Mereka terlihat memakai payung dan jas hujan, serta beralaskan tikar. 

Salah satu jamaah dari Kabupaten Temanggung Kukuh Sulaiman mengaku, hujan bukan menjadi penghalang dirinya mengikuti haul Mbah Mad.

Ia rela kebasahan selama berjam-jam.

"Nggak apa-apa, Alhamdulillah tetap nikmat, ada ketenangan," akunya kepada Jawa Pos Radar Magelang

Ia mengaku tidak pernah absen dalam setiap acara ngirim almarhum Mbah Mad.

Setiap selapan atau 35 hari, ia dan keluarganya selalu mengikuti acara mujahadah yang digelar oleh keluarga besar RM KH Nurul Hidayat Ahmad Abdul Haq atau Gus Nurul di ponpes ini. 

"Pasti ke sini, setiap 35 hari sekali. Saya ingin ngalap berkahnya Mbah Mad dan Mbah Dalhar," imbuhnya. 

KH Achmad Chalwani dari Purworejo berceramah saat haul ke-14 KH Ahmad Abdul Haq Dalhar,  Minggu (4/2/2023) malam.
KH Achmad Chalwani dari Purworejo berceramah saat haul ke-14 KH Ahmad Abdul Haq Dalhar, Minggu (4/2/2023) malam.

Sementara itu, Sekjen Gabungan Pemuda Penderek Watucongol (Gada Dewa) Bambang menyebut, haul kali ini mengangkat tema besar tentang religiusitas dan semangat menjaga moralitas dan etika.

Jika hal itu melekat pada karakter seseorang, maka bangsa ini akan kokoh dari ancaman apapun. 

"Etika dan moral ini harus dimiliki tiap individu masyarakat dan juga para pejabat-pejabat kita," imbuh Bambang. 

Tema ini diharapkan bisa mengembalikan generasi penerus bangsa ke jati diri warga Indonesia yang sebenarnya.

Bahwa Indonesia, khususnya di masyarakat Jawa menjunjung tinggi budaya unggah-ungguh

"Tema ini untuk menanggapi fenomena zaman sekarang, bahwa kita bisa melihat sepak terjang dari pemimpin-pemimpin bangsa yang justru seperti anak kecil semua. Etika hilang, moral hilang," sentilnya. 

Kemudian, generasi muda mengalami penurunan moral dan etika.

Dibuktikan dengan banyak kegiatan-kegiatan anak muda yang mulai mengabaikan hal penting itu. 

"Dulu (Almarhum) Mbah Mad selalu memberikan wejangan, anak harus berbakti pada orang tua, dan masyarakat tidak boleh memusuhi pemimpinnya. Kalau suatu negara sampai dikudeta rakyat, maka negara itu kehilangan ruhnya, kehilangan harkat dan martabatnya, sehingga mudah dijajah," katanya. 

Mbah Mad juga berpesan, rakyat boleh kritis atau mengkritisi pemerintahan, namun disampaikan secara santun.

"Itu adalah pesan Mbah Mad soal pentingnya etika dan moral untuk menjaga keutuhan dan kekokohan NKRI," tandasnya. 

Pengamatan Jawa Pos Radar Magelang, haul Mbah Mad tidak sekadar menjadi acara keagamaan.

Namun juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat. 

Sekitar satu kilometer dari lokasi acara, banyak UMKM yang mendirikan lapak untuk berjualan aneka makanan, minuman, busana, mainan, dan lainnya.

Ada pula warga yang menjual alas dari kemasan plastik bekas.

Alas ini dijual Rp 5.000 per lembar kepada para jamaah. 

Acara ini juga menghadirkan pengkhotbah KH Achmad Chalwani dari Purworejo.

Juga dihadiri kiai atau ulama Jawa Tengah, serta tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Magelang. 

Kemudian jamaah Gada Dewa, jamaah Anoman, jamaah 313, dan masyarakat umum dari berbagai daerah.

Bahkan dari luar Pulau Jawa, seperti Lampung, Pelembang, Banjarmasin, dan lainnya. 

Menariknya, para jamaah yang datang dari luar daerah telah tiba sehari sebelum acara berlangsung.

Mereka memutuskan untuk bermalam di kendaraan, karena takut tidak kebagian tempat saat acara haul berlangsung. 

Panitia acara haul ini juga telah membagikan 20.000 makanan bagi jamaah.

Seluruh makanan itu ludes tak bersisa.

Bahkan masih banyak jamaah yang tidak kebagian, karena jumlahnya membludak. (put/bis/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#haul #Kabupaten Magelang #gus nurul #KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau Mbah Mad