RADARMAGELANG.ID, Magelang – Anda tentu sudah tak asing dengan sosok Suzanna.
Pasalnya, Suzanna merupakan bintang film horor Indonesia pada zamannya.
Namanya sangat legendaris.
Suzanna bahkan dijuluki sebagai Ratu Horor Indonesia.
Pemilik nama lengkap Suzanna Martha Frederika van Osch ini sudah meninggal sekitar 15 tahun lalu. Tepatnya 15 Oktober 2008 silam.
Anda yang kangen dengan mendiang artis keturunan Jerman, Belanda, Manado, dan Jawa ini, Jawa Pos Radar Magelang mencoba mengunjungi makamnya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Jalan Magelang-Salaman, Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Kamis (25/1/2024).
Aksesnya dari Jalan Jenderal Gatot Soebroto, depan Kampus Akademi Militer (Akmil), menuju Jalan Sunan Giri. Masuk kompleks makam tersebut melalui gapura warna hitam di sebelah barat selter kuliner Giriloyo.
Setelah melewati pintu masuk, lurus melewati jalan setapak di antara batu nisan. Sampai di jalan bercabang, ambil jalur kanan untuk ke makam Suzanna.
Di pertigaan pertama, belok ke kiri dan makam Suzanna berada di sebelah kanan jalan. Tepatnya di blok J1 (blok khusus Nasrani).
Suzanna dimakamkan satu liang lahat dengan anaknya, Ari Adrianus, dan kakaknya, Irene Beatrix.
Makam Suzanna berlapis keramik warna coklat motif kayu.
Ukuran sekitar 2,2 meter x 1,2 meter.
Di ujung dipasang dua batu nisan warna putih.
Batu nisan yang lebih tinggi bertuliskan “Tuhan Terimalah Kembali ARI ANDRIANUS S (Bung Ari) Datang: 6-7-1960 Pulang: 8-9-1977 Dimana Ada Cinta Kasih, Disitu Hadirlah Tuhan.”
Sedangkan di batu nisan yang lebih pendek bertuliskan: R.I.P. IRENE BEATRIX VAN OSCH Geboren: 21 Feb 1941 Overleden: 30 Mei 1942.”
Makam Suzanna dibangun rumah sederhana.
Atap asbes dengan empat tiang kayu di empat sudut.
Kayu dicat warna hijau yang sudah memudar.
Tak menunjukkan kalau yang dimakamkan adalah artis besar.
Setidaknya ada empat pohon di sekitarnya, memayungi makam istri Clift Sangra ini.
Makam artis kelahiran 13 Oktober 1942 itu terlihat rindang.
Juga terlihat bersih, karena setiap seminggu sekali dibersihkan oleh petugas makam.
Hanya ada daun kering berguguran menumpuk di atas atap.
Di keramik coklat bertuliskan Suzanna Martha Frederika Van Osch-Nathalia.
Ada tulisan “Yesus Kristus Terima Kasih Untuk Semua Anugerah dan Berkat Mu”
Juga terdapat gambar lima bunga melati.
“Katanya ini sebagai tanda bagi para pengunjung yang ingin berziarah ke makam Suzanna diimbau agar hanya membawa bunga Melati, dan dilarang membawa bunga selain melati,” kata seorang warga yang enggan ditulis namanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurut warga tersebut, selama ini memang ada warga yang penasaran datang ke makam Suzanna. Mereka ingin melihat makam Ratu Horor dari dekat.
Apalagi setiap Lebaran, banyak yang datang berziarah ke makam keluarga, sekalian datang ke makam bintang film Ratu Ilmu Hitam, Sundel Bolong, Malam Jumat Kliwon, Beranak Dalam Kubur, dan puluhan film horor lainnya ini.
Tak hanya itu, sejumlah artis pernah berziarah ke makam Suzanna. Salah satunya artis Luna Maya yang datang sekitar 2018.
Luna sempat berfoto di dekat makam Suzanna. Anehnya, saat itu tulisan meninggalnya Suzanna masih tertulis …….20..
Soal tanggal meninggalnya Suzanna yang dikosongkan ini memang ada ceritanya.
Dilansir dari tayangan Rumpi No Secret edisi (19/9/2018) diungkap kenapa batu nisan di makam Suzanna tak tertulis tanggal kematiannya?
Saat itu, Clift Sangra sempat mengungkap teka-teki soal tidak adanya tanggal kematian Suzanna di batu nisan itu.
Kepada host Feni Rose, saat Clift Sangra mengurai fakta soal kematian Suzanna yang masih menyisahkan teka-teki.
Clift Sangra mengaku saat itu Suzanna telah memberikannya beberapa wasiat jika suatu saat nanti ia tiada.
Salah satunya Suzanna meminta agar ketika ia meninggal dunia, pemakamannya harus berlangsung secara tertutup.
Selain itu, rupanya ada satu wasiat lagi yang akhirnya menjadi jawaban atas teka-teki makam Suzanna tanpa adanya tanggal kematiannya.
Siapa sangka, dua tahun sebelum Suzanna meninggal dunia, sang artis telah meminta dibuatkan makam oleh sang suami.
Bahkan artis kelahiran Bogor itu menuliskan sendiri rancangan makam untuknya nanti.
Di sebuah kertas HVS, Suzanna menggambarkan bagaimana tempat peristirahatannya yang terakhir.
"Dua tahun sebelum Suzanna meninggal, itu makam sudah dibangun. Permintaan Suzanna dua tahun sebelum meninggal, "Minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini," ungkap Clift di depan Feni Rose.
"Dia minta kertas HVS, dia gambar, 'saya mau di atasnya ada keramik warna coklelat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini," tambahnya.
Saat itu, Clift Sangra lantas melaksanakan seperti yang diinginkan sang istri.
Meski saat itu Suzanna masih hidup.
Hingga akhirnya dua tahun setelah itu, sang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya.
Rupanya saat Suzanna dimakamkan, sang tukang grafir keramik tak menemukan sumber listrik untuk mengukir tanggal meninggalnya sang artis.
"Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu. Pada saat itu kita enggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis," cerita Clift.
"Saat Suzana meninggal, Clift memanggil tukang grafir untuk menuliskan tanggal kematian Suzana.
Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya, 'Pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober 2008 meninggal'.
”Tukang grafirnya bilang: ‘Pak, enggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana? Enggak bisa pak, saya butuh listrik'."
Rupanya lantaran itulah akhirnya tanggal kematian Suzanna di batu nisannya dikosongin.
Namun entah sejak tahun berapa tanggal meninggalnya Suzanna sekarang sudah ditulis 15 Oktober 2008 dengan cat warna putih.
Kini 15 tahun sudah Suzanna berpulang, namun sosoknya dan segudang karyanya seolah masih melekat diingatan para penggemarnya. (mg2/mg1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto