RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dari sekian komoditas tanaman bunga, anggrek salah satu yang harganya stabil.
Tidak ada penurunan maupun kenaikan harga yang signifikan karena terpengaruh momen tertentu.
“Harga stabil. Tidak terpengaruh momen,”ujar Muhamad Ariyadi, salah satu karyawan di toko Anggrek Nambangan.
Komoditas satu ini memang memiliki pangsa pasar khusus yang tidak terpengaruh pada tren.
Diakui Ariyadi, pembeli sempat turun ketika mulai pandemi Covid-19. Itu pun hanya berlangsung beberapa minggu.
“Saat pandemi, justru penjualan meningkat. Karena banyak orang berada di rumah. Lalu membuat kesibukan dengan bertanam,”ujarnya.
Selain melayani pembeli yang datang langsung, pihaknya juga banyak menerima pesanan dari luar kota.
Bahkan dari luar Jawa, dengan dikirim via paket. Jenis dendrobium, anggrek bulan, dan vanda banyak peminatnya.
Lebih dari 10 jenis anggrek dijual di toko milik Hasan Sulaimansyah itu.
“Kalau hari Rabu banyak pembeli yang datang. Biasanya mereka beli untuk dijual lagi,”imbuh Ariyadi.
Para pembeli kata Ariyadi, tidak melulu kalangan menengah ke atas.
Karena ada pembeli yang justru menyukai anggrek afkir yang harganya murah.
Kalangan ini merasa tertantang untuk merawat anggrek afkir menjadi sehat.
“Ada kepuasan tersendiri katanya kalau bisa merawat anggrek afkir menjadi sehat dan berbunga bagus,”cetusnya.
Yati Pesek yang merupakan komedian Indonesia juga pernah mengunjungi dan membeli anggrek dari tempat tersebut.
"Dulu Yati Pesek membeli anggrek di sini. Bupati Magelang juga pernah ke sini," ungkapnya. (mg23/mg25/lis)