RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tingkat kemiskinan di Kota Magelang menunjukkan penurunan sejak tahun 2021. Saat ini posisi Kota Magelang berada pada peringkat ketiga terendah se-Jawa Tengah. Dengan angka 6,11 persen dari sebelumnya 7,1 persen. Adapun jumlah penduduk miskin berkurang 1.200 orang dibanding tahun 2022 sebanyak 8.650 orang.
“Penurunannya 0,99 poin dari sebelumnya,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang Aluisius Abrianta, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan penurunan angka kemiskinan di Kota Magelang berimbas pada turunnya angka kemiskinan di Jawa Tengah. Dari 10,93 menjadi 10,77 persen.
Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi menyampaikan, penurunan ini hasil dari berbagai upaya yang dilakukan. Yang utama adanya komitmen pimpinan daerah. Berupa dukungan dan dorongan kepada seluruh jajaran, mitra, dan masyarakat. Kolaborasi ini digalakkan karena pemerintah menyadari tidak bisa bekerja sendiri.
Pemkot juga rutin memverifikasi data penerima manfaat, agar program pengentasan kemiskinan tepat sasasan. Menurutnya, upaya penanganan kemiskinan secara konseptual mengacu pada tiga strategi. Pertama, mengurangi beban pengeluaran yang pelaksanaannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Secara langsung, melalui program perlindungan sosial, diantaranya pemberian bantuan kepada masyarakat miskin. Bantuan ini diberikan langsung oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sementara strategi secara tidak langsung, dengan mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin, melalui tiga dimensi.
Dimensi pertama yaitu pendidikan melalui bantuan operasional sekolah, seragam sekolah, subsidi beasiswa kuliah, Gerakan Pugar Rumah Belajar (Gepura) dan balai belajar atau Wifi gratis.
Dimensi kedua yaitu kesehatan melalui home care, jaminan kesehatan, posyandu balita dan lansia, program Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS), jaminan persalinan.
Dimensi ketiga yakni infrastruktur melalui bantuan kepada rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan kawasan kumuh, rusunawa. Kemudian sistem penyediaan air minum (SPAM) komunal dan sistem pengolahan air limbah domestik setempat (SPALD-S). Serta tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).
Kepala Bappeda Kota Magelang Handini Rahayu menambahkan, penanganam kemiskinan terus berkelanjutan. Di sisi lain, pihaknya akan melakukan evaluasi atas pelaksanaan kinerja tahun sebelumnya. (put/lis)