“Kemungkinan dua hal ini menjadi penyebab kericuhan yang terjadi kemarin,” ujar kapolres kepada wartawan di sela-sela press release Operasi Sikat Jaran Candi 2022 di Polres Magelang, Senin (26/9/2022).
Ia mengaku sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh suporter tuan rumah pada laga tersebut. Yolanda menegaskan untuk laga selanjutnya terutama tuan rumah PPSM Sakti Magelang saat tanding di Stadion Moch. Soebroto tidak boleh ada penonton.
“Untuk laga lainnya yang digelar di sini juga tidak kita bolehkan ada penonton,” tegasnya.
Pada kericuhan yang terjadi Minggu, dua orang yang merupakan panitia penyelenggara mengalami luka dan harus dibawa ke rumah sakit. Selain itu, ada aksi perampasan sepeda motor dan handphone yang dialami suporter Persitema saat hendak pulang.
“Untuk pelaku yang melakukan aksi ini masih kami dalami. Kami sudah mencurigai dua orang yang melakukan perampasan. Nanti kalau sudah tertangkap segera kita sampaikan ke media,” imbuhnya.
Menurut Yolanda, suporter Persitema yang mengalami perampasan ini tidak mengikuti arahan dari kepolisian untuk pulang bersama dengan pengawalan.
“Padahal sudah kita infokan, kepulangan suporter Temanggung akan dikawal hingga ke tujuan. Namun, ternyata ada yang tidak dengar. Pulang tidak bersama rombongan, akhirnya orang ini terkena perampasan di depan RSJ,” jelasnya.
Ia menyayangkan aksi suporter masuk ke lapangan. Padahal jika pertandingan sepakbola ada penonton, berimbas positif pada ekonomi masyarakat sekitar. “Kalau seperti ini yang rugi suporter sendiri. Makanya ayo kita sama-sama belajar dan saling intropeksi diri,” pesannya. (rfk/lis) Editor : Lis Retno Wibowo