RADARMAGELANG.ID--Tektok adalah pendaki yang tidak menginap atau mengecamp di gunung.
Aktivitas ini biasanya hanya membutuhkan waktu seharian, mulai dari berangkat, istirahat di puncak, kemudian turun kembali.
Meskipun terlihat sederhana, tektok tetap memperlukan persiapan yang matang, terutama bagi pemula.
Muchammad Chadzik, seorang pendaki, membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tektok agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
1. Persiapan Fisik
Persiapan fisik adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mendaki, karena gunung memiliki jalur yang menanjak dan menantang, sehingga kondisi tubuh harus cukup kuat.
Latihan fisik seperti lari setiap hari atau naik turun tangga sangat disarankan agar tubuh terbiasa dengan aktivitas berat.
"Ini penting supaya kaki tidak kaget atau kram saat mendaki," kata Chadzik atau yang sering disapa Andik.
Latihan ini juga membantu meningkatkan stamina agar pendaki tidak mudah lelah saat perjalanan.
2. Perlengkapan yang Harus Dibawa
Perlengkapan yang digunakan juga memengaruhi kenyamanan pendakian secara fisik. Daypack, tas kecil yang cukup untuk membawa perlengkapan penting tanpa membebani punggung, itu adalah tas yang disarankan.
"Sepatu hiking wajib, tapi bisa diganti sandal hiking asal nyaman," kata Andik.
Namun, untuk alas kaki, sepatu hiking adalah pilihan terbaik karena dibuat khusus untuk mendaki.
Trekking pole (tongkat trekking) juga sangat membantu untuk menjaga keseimbangan saat berjalan di jalur yang menanjak.
Selain itu, pendaki juga harus membawa obat-obatan pribadi dan makanan secukupnya agar tetap bugar selama perjalanan.
3. Pemilihan Gunung untuk Pemula
Pendaki pemula disarankan untuk memilih gunung yang memiliki ketinggian antara 1.000 dan 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung-gunung dengan ketinggian ini biasanya memiliki jalur yang tidak terlalu sulit, seperti Gunung Andong, Gunung Prau, dan Gunung Ungaran.
Sebelum mendaki, juga sangat penting untuk mengetahui medan pendakian.
"Tapi tetap cek dulu medannya, apakah landai atau menanjak," kata Andik.
Jalan pendakian yang landai lebih mudah dilalui daripada jalan yang curam dan berbatu.
4. Waktu yang Tepat untuk Tektok
Pemilihan waktu saat mendaki juga berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan perjalanan.
Tektok lebih aman pada pagi hari, karena jalannya masih terang dan juga tidak panas.
Namun, beberapa pendaki memilih mendaki pada malam hari untuk menghindari panas dan menikmati matahari terbit di puncak gunung.
Andik menyarankan untuk menghindari pendakian pada siang hari karena panas.
Pastikan untuk membawa senter atau headlamp saat mendaki pada malam hari agar jalur tetap terlihat jelas.
5. Keamanan dan Etika Mendaki
Mendaki gunung tidak hanya tentang mencapai puncak, itu juga tentang menjaga diri sendiri dan berkumpul dengan orang lain.
Ada beberapa etika yang harus dijaga saat mendaki gunung.
Pendaki sebaiknya tidak berkata kasar selama perjalanan, karena ada kepercayaan bahwa ucapan buruk bisa membawa hal-hal negatif di gunung.
Selain itu, tidak boleh meninggalkan teman dalam perjalanan, terutama jika ada yang mengalami kesulitan.
"Mendaki bukan hanya soal menaklukkan puncak, tapi juga menikmati prosesnya," kata Andik.
Sebelum berangkat, izin kepada orang tua juga menjadi hal penting yang tidak boleh dilupakan agar perjalanan lebih tenang dan mendapat restu.
Sangat disarankan bagi pendaki pemula untuk didampingi oleh pendaki yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan bagaimana menangani situasi yang tidak terduga. (mg1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto