Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

10 Pamali dalam Kehidupan Sehari-hari: Mitos atau Bentuk Kearifan Lokal?

Magang Radar Magelang • Minggu, 16 November 2025 - 21:03 WIB
Bagi sebagian orang, pamali dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena diyakini bisa membawa konsekuensi negatif. Namun, bagi yang lain, pamali lebih dilihat sebagai bentuk kearifan lokal.
Bagi sebagian orang, pamali dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena diyakini bisa membawa konsekuensi negatif. Namun, bagi yang lain, pamali lebih dilihat sebagai bentuk kearifan lokal.

RADARMAGELANG.ID – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan keragaman budaya. Setiap daerah memiliki tradisi, kebiasaan, dan nilai-nilai yang unik, salah satunya adalah pamali. Istilah ini sering terdengar di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang masih menjaga adat dan kepercayaan turun-temurun. 

Pamali sendiri berasal dari bahasa Sunda, yang berarti larangan atau pantangan berdasarkan adat dan kepercayaan. Dalam KBBI, pamali didefinisikan sebagai pantangan atau larangan yang didasarkan pada kebiasaan dan tradisi.

Meski terdengar seperti mitos, pamali sebenarnya memiliki makna dan fungsi sosial yang cukup mendalam. Bagi sebagian orang, pamali dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena diyakini bisa membawa konsekuensi negatif. Namun, bagi yang lain, pamali lebih dilihat sebagai bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Asal dan Makna Pamali

Pamali berasal dari bahasa Sunda kuno, yang berarti “tabu” atau “pantangan”. Ada juga yang menyebut pamali sebagai akronim dari bahasa Arab “fa ma li”, yang berarti “maka apa untukku”, mengisyaratkan bahwa melanggar pamali akan membawa dampak buruk bagi pelakunya. Meskipun pamali sering dikaitkan dengan hal-hal magis atau mistis, sebenarnya pamali juga berfungsi sebagai kontrol sosial dan sarana pendidikan informal.

Contoh Pamali yang Umum di Indonesia

Berikut beberapa pamali yang sering ditemui di masyarakat Indonesia, lengkap dengan penjelasan dan maknanya:

1. Duduk di Depan Pintu

Kegiatan yang satu ini memang seringkali dijadikan larangan oleh banyak orang di Indonesia. Banyak orang menganggap ketika seseorang duduk di depan pintu maka ia akan mendapat kesulitan rezeki hingga jodoh. Namun, secara umum duduk di depan pintu sebenarnya adalah hal yang harus dihindari karena mampu menghalangi jalan untuk orang yang lewat.

2. Bersiul di Malam Hari

Bersiul seringkali menjadi kegiatan menyenangkan bagi beberapa orang untuk mengusir rasa bosan dan sepi. Namun, bersiul di malam hari tidak boleh dilakukan karena dianggap sebagai pamali yang menjadi tanda untuk memanggil makhluk halus. Meski demikian, pada kenyataannya bersiul di malam hari dapat mengganggu orang lain.

3. Membuka Payung di Dalam Rumah

Pamali yang satu ini mungkin jarang diketahui oleh sebagian orang. Namun, bagi mereka yang percaya, membuka payung di dalam rumah mampu mendatangkan malapetaka atau celaka bagi dirinya atau orang terdekat. Secara logis, membuka payung di dalam ruangan bisa membahayakan orang lain dan membuat ruangan sempit.

3. Tidur Tengkurap Pertanda Orang Tua Meninggal

Pernahkah Anda mendapat larangan atau teguran dari orang lain ketika sedang tidur tengkurap? Biasanya hal tersebut dikaitkan sebagai pertanda bahwa orang tua kita akan meninggal. Meski terdengar tidak ada hubungannya, namun tidur tengkurap tidak dianjurkan untuk alasan kesehatan karena dapat mengganggu organ tubuh.

4. Menggunting Kuku di Malam Hari

Menggunting kuku merupakan kebiasaan yang baik bagi kesehatan karena mampu menghilangkan kuman dan bakteri serta menjaga kebersihan kuku. Namun, kebiasaan ini ternyata memiliki makna berbeda lho jika dilakukan di malam hari. 

Banyak orang mengaitkan pamali ini dengan datangnya hal-hal negatif kepada orang yang menggunting kuku. Seperti penyakit keras, meninggal dunia, hingga bahkan kedatangan makhluk halus.

5. Berfoto dalam Jumlah Ganjil

Berfoto merupakan kegiatan menyenangkan guna mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat. Namun, berfoto dapat menjadi kegiatan yang mengerikan terutama jika orang di dalam foto berjumlah ganjil. 

Berfoto dengan jumlah orang ganjil dipercaya bisa membawa sial, terutama bagi orang yang berada di tengah. Ada juga mitos bahwa akan muncul sosok penampakan dalam foto tersebut.

6. Pura-Pura Menangis

Pura-pura menangis dianggap bisa membawa musibah bagi orang tua, seperti kecelakaan atau kematian.

7. Menduduki Bantal

Konon, menduduki bantal dapat membuat orang yang duduk mengalami bisulan. Namun sebenarnya, jika dilihat dari sisi etika duduk di atas bantal merupakan tindakan yang kurang sopan karena fungsi bantal yang digunakan untuk kepala. Selain itu, menduduki bantal dapat membuat bantal menjadi rusak.

8. Menggigit Kuku

Larangan menggigit kuku dianggap pertanda umur yang pendek. Tapi pada kenyataannya, dari segi kesehatan kebiasaan tersebut akan merusak kuku. Selain itu, kuku yang kotor juga dapat menjadi sarang penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

9. Bercermin dan Menyisir Rambut di Malam Hari

Bercermin atau menyisir rambut di malam hari dianggap bisa mengundang makhluk halus yang menyerupai wajah kita. Secara psikologis, kebiasaan ini bisa menimbulkan rasa takut atau cemas.

Masih banyak sekali jenis-jenis pamali yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Kehadiran pamali memiliki fungsi tersendiri, terutama dalam tatanan sosial masyarakat

Meski pamali tidak selalu dipercaya oleh semua orang, keberadaannya tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan memahami dan menghargai pamali, kita bisa hidup secara rukun dan saling menghormati perbedaan budaya yang ada. Pamali bukan hanya soal larangan, tapi juga tentang nilai-nilai yang ingin dilestarikan demi kebaikan bersama. (mg7)

Editor : H. Arif Riyanto
#nusantara #indonesia #Duduk di depan atau di tengah pintu #bahasa sunda #bersiul di malam hari #tradisi #Pantangan #duduk di atas bantal #larangan #pamali #tidur tengkurap #kearifan lokal #Memotong Kuku di Malam Hari #budaya #duduk di depan pintu