RADARMAGELANG.ID - Siapa sangka, banyak tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar kita ternyata menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Salah satunya adalah daun pegagan (Centella asiatica), tanaman berdaun bulat yang biasa tumbuh di pinggir selokan, ladang, atau halaman rumah. Meskipun tampilannya sederhana, pegagan telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional.
Menurut Biodiversity for Food and Nutrition, dalam 100 gram tanaman Centella asiatica terdapat kandungan nutrisi berupa vitamin dan mineral, antara lain:
- Kalsium: 318,95 miligram (mg)
- Zat besi: 9,35 mg
- Magnesium: 47,4 mg
- Kalium: 468,59 mg
- Natrium: 32,96 mg
- Zinc: 2,3 mg
- Beta karoten: 5984 mikrogram (mcg)
- Vitamin A: 498,4 mcg
- Vitamin C: 15,43 mcg
Daun pegagan atau gotu kola adalah tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan India.
Daun pegagan dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari daun segar yang diolah menjadi salad, tumisan, atau urap, hingga suplemen oral seperti teh herbal, kapsul, dan tablet. Selain itu, ekstraknya juga banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, seperti krim, pembap, serum, ampoule, dan masker.
Berikut beberapa manfaat daun pegagan yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh:
- Menjaga Kesehatan Kulit
Kandungan asiaticoside dan madecassoside di dalamnya mampu merangsang produksi kolagen, mempercepat proses penyembuhan luka, serta membantu mengurangi bekas jerawat dan stretch mark. Selain itu, sifat antioksidan dan antiinflamasi pada daun pegagan turut melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan tanda-tanda penuaan dini, sehingga kulit tampak lebih sehat, halus, dan terawat.
- Membantu Meningkatkan Fungsi Kognitif
Sebuah studi tahun 2016 berjudul Effectiveness of Gotu Kola Extract 750 mg and 1000 mg Compared with Folic Acid 3 mg in Improving Vascular Cognitive Impairment after Stroke, membandingkan efek ekstrak pegagan dan asam folat dalam meningkatkan fungsi kognitif setelah stroke. Hasilnya, meski keduanya menunjukkan manfaat serupa untuk kognisi, pegagan terbukti lebih dominan dalam meningkatkan daya ingat.
- Mengurangi Cemas dan Stres
Suplemen berbahan daun pegagan juga diketahui dapat membantu meredakan kecemasan. Kandungan senyawanya diduga memiliki efek antidepresan. Kandungan asam asiatat dalam daun pegagan berperan dalam mengontrol GABA (gamma- aminobutyric acid) di dalam tubuh. Sebagai neurotransmitter, GABA berperan menghambat aktivitas otak yang berlebihan. Asam asiatik mendukung penyerapan GABA sehingga rasa cemas dapat berkurang.
- Meringankan Insomnia
Karena mampu menekan rasa cemas dan depresi, daun pegagan juga berpotensi membantu mengatasi insomnia atau gangguan tidur. Beberapa orang menganggapnya sebagai alternatif herbal yang lebih aman dibanding obat resep. Meski sejumlah penelitian menunjukkan potensi tersebut, efektivitas daun pegagan dalam mengatasi gangguan tidur masih perlu dikaji lebih lanjut.
- Meredakan Nyeri Sendi
Daun pegagan juga memiliki sifat antiinflamasi yang bermanfaat untuk meredakan radang sendi (arthritis). Sebuah studi dalam Biomedical and Environmental Sciences tahun 2014 menguji efek ekstrak pegagan pada tikus penderita arthritis. Hasilnya menunjukkan bahwa Centella asiatica mampu mengurangi peradangan sendi, erosi tulang rawan, dan erosi tulang yang menimbulkan nyeri persendian, serta mengurangi nyeri pada persendian.
- Menjaga Daya Tahan Tubuh
Berperan sebagai antioksidan, pegagan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh karena mengandung vitamin C. Zat ini berperan merangsang pembentukan sel darah putih yang melawan infeksi sekaligus melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan demikian, tubuh lebih tahan terhadap penyakit.
Meski demikian, daun pegagan juga memiliki efek samping. Sebagian orang dapat mengalami efek samping seperti sakit kepala, nyeri perut, mual, pusing, pusing, atau iritasi kulit, sehingga bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya. (mg6)
Editor : H. Arif Riyanto