RADARMAGELANG.ID, Magelang – Alpukat (Persea americana) merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan buahnya disukai banyak orang karena kaya akan nutrisi.
Melansir dari Thistle, sebanyak 77% kalori pada alpukat berasal dari lemak. Ini membuat tanaman alpukat menjadi salah satu tanaman dengan kandungan lemak tertinggi di dunia. Menariknya, satu buah alpukat mengandung 7 gram serat. Artinya, satu alpukat telah memenuhi 27% kebutuhan serat harian bagi tubuh.
Alpukat termasuk ke dalam kategori lemak sehat dengan setengah buah alpukat berukuran sedang dapat mengandung lemak sebanyak satu sendok minyak zaitun.
Alasan utama alpukat dianggap sebagai sumber lemak sehat karena kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Dikutip dari The Avolution, lemak ini berdampak positif bagi tubuh, khususnya dalam hal menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL) dan risiko penyakit jantung. Terlebih lagi, alpukat memiliki kemampuan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K yang bermanfaat bagi tubuh.
Uniknya, alpukat dianggap sebagai buah beri karena termasuk dalam keluarga beri. Secara botani, alpukat memenuhi kriteria sebagai keluarga buah beri yakni buah yang berkembang dari bunga dengan satu bakal biji dan mengandung biji.
Fakta menarik lain bahwa kata “alpukat” bukanlah nama asli buah ini. Kata “alpukat” berasal dari bahasa Spanyol “aguacate” yang diambil dari kata Nahuati “ahuacati” dalam penduduk asli Meksiko yakni suku Nahuati.
Melansir dari Harvard Health, alpukat disebut sebagai makanan padat nutrisi karena kalori di dalamnya yang mengandung banyak vitamin, nutrisi, dan mineral lainnya. Setengah buah alpukat berukuran sedang mengandung 161 kalori, 9 gram karbohidrat, 2 gram protein, dan 15 gram lemak. Sebagian besar lemak ini beruapa asam oleat yakni lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung.
Beberapa kandungan nutrisi dalam buah alpukat yaitu serat, kalium, folat, vitamin K, vitamin E, dan magnesium. Alpukat juga mengandung fitonutrien berupa beta karoten yakni antioksidan yang berfungsi pelindung dari penyakit jantung dan beberapa kanker. Sementara itu, kandungan lain seperti lutein dan zeaxanthin penting untuk menjaga kesehatan mata dan menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia.
Melansir dari Alodokter dan Halodoc, berikut ini beberapa manfaat utama dari buah alpukat:
- Menjaga berat badan
Alpukat cocok dikonsumsi ketika sedang diet atau menjalankan program menurunkan berat badan. Meskipun, alpukat mengandung banyak lemak, namun lemak yang ada di alpukat adalah lemak baik yang menyebabkan kenaikan berat badan. Kandungan serat tinggi pada alpukat dapat membuat kenyang lebih lama, sehingga dapat mengurangi porsi makan menjadi lebih sedikit.
- Menjaga kesehatan mata
Alpukat mengandung antioksidan berjenis lutein dan zeaxanthin yang dapat menjaga kesehatan mata. Berdasarkan jurnal Investigative Ophthalmology and Visual Science, kedua jenis antioksidan tersebut dapat meningkatkan kesehatan mata. Terlebih lagi, kedua kandungan tersebut dapat mencegah berbagai penyakit mata akibat penuaan. Contohnya seperti degenerasi makula dan katarak, sekaligus sebagai pelembap alami untuk mata.
- Menjaga kesehatan jantung
Kandugan serat, lemak baik, antioksidan, dan mineral pada buah alpukat berperan dalam mendukung tekanan darah sehat seperti kalium dan magnesium untuk kesehatan jantung. Sebuah penelitian di Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan yang diamati oleh Harvard. Sekitar 111.000 orang yang terdaftar dalam Tindak Lanjut Profesional Kesehatan dan Studi Kesehatan Perawat berskala besar, ditemukan fakta bahwa orang yang mengonsumsi satu alpukat per minggu memiliki risiko penyakit kardiovaskular 16% lebih rendah dan risiko penyakit jantung koroner 21% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alpukat.
- Mencegah radang sendi
Kandungan antioksidan pada buah alpukat dapat mengatasi berbagai kondisi akibat peradangan pada tubuh seperti radang sendi atau arthritis. Pada satu buah alpukat juga dapat memenuhi kebutuhan sebesar 35% vitamin K untuk tubuh setiap harinya. Vitamin K ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan membantu penyerapan kalsium agar lebih optimal dalam menguatkan tulang. Selain itu, vitamin K dapat mengurangi ekskresi kalsium melalui urine.
- Mengurangi risiko terkena kanker
Kandungan nutrisi dan antioksidan seperti lutien, zeaxhantin, beta karoten, vitamin C, dan vitamin E dapat mencegah terjadinya risiko terkena kanker. Kandungan ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker seperti kanker prostat dan kanker mulut. Alpukat yang mengandung fitokimia dan karotenoid yang tinggi bersifat antikanker, sehingga dapat menghambat perkembangan kanker menjadi lebih parah.
Dengan mengonsumsi satu buah alpukat dengan 322 kalori telah dapat memenuhi 10-20% kebutuhan kalori harian. Jika ingin mengonsumsi alpukat dalam bentuk jus, sebaiknya hindari menambahi gula atau pemanis buatan terlalu banyak agar lebih sehat. Perlu diingat bahwa untuk tidak mengonsumsi alpukat terlalu banyak agar terhindar dari masalah pencernaan seperti diare, kembung, dan peningkatan berat badan. (mg1)
Editor : H. Arif Riyanto