Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Multiverse: Misteri Alam Semesta Paralel yang Belum Terpecahkan

Magang Radar Magelang • Jumat, 12 September 2025 - 00:09 WIB
Ilustrasi Kosmik
Ilustrasi Kosmik

RADARMAGELANG.ID - Pernahkah kamu membayangkan ada dunia lain yang sama persis dengan kita, namun dengan kejadian yang berbeda? Misalnya ada versi lain dari dirimu yang tinggal di planet lain atau bahkan hidup di masa yang tidak pernah kamu alami.

Gagasan inilah yang dikenal dengan istilah multiverse, yakni teori yang menyatakan bahwa alam semesta yang kita huni bukanlah satu-satunya.

Selama ini, ilmu pengetahuan meyakini bahwa alam semesta yang kita tempati tercipta sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu melalui sebuah ledakan kosmik besar yang dikenal sebagai Big Bang.

Dari sebuah titik yang sangat kecil, panas, dan padat, semesta berkembang hingga menjadi luas seperti saat ini. Namun, pertanyaan besar pun muncul, apa yang sebenarnya terjadi sebelum Big Bang? Apakah benar tidak ada yang terjadi? Atau justru ada sesuatu yang lebih besar dari alam semesta ini?

Sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa kemungkinan Big Bang bukanlah awal dari segalanya, melainkan hanya satu peristiwa yang terjadi dalam siklus yang lebih besar.

Jenis Multiverse

Ilmuwan membagi multiverse kedalam beberapa konsep yang berbeda, diantaranya:

  1. Multiverse Kosmologis

Konsep multiverse kosmologis menjelaskan bahwa semesta kita hanyalah satu dari banyak “gelembung” kosmik, sementara “gelembung” lain melayang di luar jangkauan kita

  1. Multiverse Kuantum

Konsep multiverse kuantum menjelaskan bahwa dalam mekanika kuantum, setiap pilihan atau kemungkinan bisa terwujud di alam semesta paralel lain

  1. Multiverse Sistematis

Konsep multiverse sistematis menjelaskan bahwa semua struktur matematis mungkin dapat membentuk realitasnya sendiri, termasuk semesta dengan hukum fisika yang berbeda

  1. Multiverse Siklus

Konsep multiverse siklus tercetus dari seorang fisikawan bernama Roger Penrose yang mengusulkan teori conformal cyclic cosmology, yakni di mana semesta baru, lahir dari semesta lama yang sudah berakhir

Sampai sekarang, multiverse masih berupa dugaan. Terdapat beberapa jejak yang dianggap sebagai tanda kemungkinan adanya semesta lain, beberapa di antaranya yakni:

  1. Adanya pola aneh dalam radiasi kosmik latar (CMB) yang seakan menunjukkan bekas interaksi dengan semesta lain
  2. Misteri dark matter dan dark energy yang belum terjelaskan
  3. Kehidupan lahir dari serangkaian “kebetulan kosmik”, yakni bintang berumur panjang, karbon melimpah, hingga cahaya untuk fotosintesis. Menurut McCullen Sandora, dari Blue Marble Institute of Space Science, peluang semua faktir ini untuk selaras sangatlah kecil apabila hanya ada satu semesta. Multiverse memberikan kemungkinan bahwa kebetulan itu terjadi di semesta kita

Roger Penrose juga menjelaskan bahwa jejak dari semesta sebelumnya bisa dilihat melalui satelit Planck. Namun, hal ini masih menjadi bahan perdebatan para ilmuwan.

Multiverse masih berada di persimpangan antara sains, filsafat, dan imajinasi. Masalahnya, bagaimana cara kita membuktikan keberadaan sesuatu yang berada di luar jangkauan hukum fisika kita sendiri? Pertanyaan tersebut yang kemudian membuat multiverse sulit diterima sebagai fakta ilmiah.

Multiverse juga digambarkan sebagai ruang tak terbatas di mana semua kemungkinan bisa terjadi. Terdapat pula beberapa film dan serial yang mengusung konsep multiverse. Mulai dari Doctor Strange, Spider-Man: No Way Home, hingga film peraih Oscar Everything Everywhere All At Once.

Bayangkan jika ternyata semesta yang kita tempati saat ini mungkin hanyalah satu episode dalam serial kosmik tak berujung.

Apakah multiverse nyata, atau hanya sekadar teori yang tidak pernah bisa dibuktikan? Ilmu pengetahuan modern masih terus berusaha menjari jawabannya.

Meskipun demikian, multiverse juga mengingatkan kita bahwa jagat raya terlalu luas untuk dipahami sepenuhnya. Mungkin saja kenyataan yang ada bisa jauh lebih aneh daripada fiksi yang pernah kita buat. (mg10)

Editor : H. Arif Riyanto
#multiverse dan parallel #multiverse #Kosmik #paralel #big bang #alam semesta