RADARMAGELANG.ID , Magelang – Tanaman Sangket merupakan tanaman aromatik yang memiliki batang tegak, cabang banyak, dan daun yang berbentuk mirip bayam.
Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dengan tinggi sekitar 40 hingga 100 cm dan berumur pendek.
Memiliki nama ilmiah Basilicum Polystachyon , tanaman ini termasuk tanaman liar yang hidup di daerah lembap seperti sawah yang tidak ditanami, sepanjang aliran sungai, dan padang rumput berawa.
CIRI KHAS TANAMAN SANGKET
Ciri khas daun sangket yakni memiliki bentuk segitiga tersusun, tulang daun menyirip, dan ujung daun yang runcing. Batangnya tidak berkayu, bercabang banyak, dan memiliki bunga-bunga kecil yang tumbuh di sepanjang batang.
Sekilas, tanaman ini memiliki gobag yang mirip dengan bayam. Namun jika diperhatikan lebih dekat maka terdapat perbedaan di antara keduanya. Bedanya terletak pada struktur daun bayam yang lebih lunak, bentuk daun memanjang, lebar dan batang lunak, serta tidak adanya bunga-bunga kecil pada batang bayam layaknya tanaman sangket.
KANDUNGAN SENYAWA PADA DAUN SANGKET
Pada penelitian berjudul “Senyawa metabolit sekunder dan bioaktivitas tumbuhan Sangket (Basilicum polystachyon (L) Moench) dalam Etnofarmakologi: Artikel Review” yang dilakukan oleh Trio Ageng Prayitno, jurusan Pendidikan Biologi, dari IKIP Budi Utomo Malang, Ardiana Ayu Anjarwati, jurusan Pendidikan Biologi, dari Universitas PGRI Madiun, Ririn Wirawati, jurusan Farmasi, dari Universitas PGRI Madiun, dan Cicilia Novi Primiani, jurusan Farmasi, dari Universitas PGRI Madiun dilakukan uji coba kandungan senyawa metabolit sekunder dan bioaktivitas tanaman sangket.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sangket memiliki beragam kandungan senyawa metabolit sekunder, seperti glikosida, alkaloid, terpenoid dan turunannya serta senyawa polifenol.
Kandungan-kandungan tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi antibiotik, antijamur, antivirus, antitumor, antioksidan, dan aplikasi terapeutik lainnya. Selain itu, tanaman sangket yang memiliki banyak jenis senyawa metabolit sekunder yang dikandung berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang etnomedisin dan etnofarmakologi.
Baca Juga: Tanaman Landep, Semak Ajaib Penyembuh Ampuh
MANFAAT DAUN SANGKET
Berikut ini beberapa manfaat daun sangket untuk kesehatan seperti yang dikutip di hellosehat dan yoursay.id :
- Meredakan DBD
Melansir dari Halodoc, Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Gejala utama DBD meliputi demam tinggi yang tiba-tiba, disertai gejala mirip flu, seperti nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, dan ruam kulit.
Pada sebuah penelitian dari Chemistry A European Journal menunjukkan kandungan asam stachyonic yang terdapat pada daun sangket. Kandungan ini mampu menghambat aktivitas virus demam berdarah sebagai penyebab DBD dan dapat menurunkan demam.
Cara pengolahannya dapat dilakukan dengan menumbuh daun sangket dan mengoleskannya ke seluruh tubuh.
- Membantu meredakan stres
Melansir dari Halodoc, stres merupakan tekanan fisik dan psikologis yang muncul ketika menghadapi kondisi yang berbahaya atau merasa terancam. Mudahnya, stres adalah cara tubuh memberikan respon atas ancaman, tekanan, dan tuntutan yang muncul.
Stres dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya dari diri sendiri hingga faktor lingkungan. Ketika merasakan adanya ancaman, sistem saraf akan memberikan respon dengan cara melepaskan aliran hormon kortisol dan adrenalin.
Kedua jenis hormon ini bisa memicu munculnya reaksi pada tubuh. Misalnya jantung yang berdetak lebih cepat, otot tubuh terasa menegangkan, napas memburu, dan tekanan darah yang mengalami peningkatan.
Daun sangket berjenis Ocimum polystachyon L. memiliki aromaterapi yang menenangkan dan memberikan efek relaksasi. Masyarakat Indonesia biasa memanfaatkan tumbuhkan daun ini sebagai obat penenang tradisional.
Pada suatu penelitian yang dilakukan pada hewan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry menunjukkan potensi tanaman sangketan ini. Pemberian minyak atsiri melalui inhalasi (dihirup dalam bentuk uap) pada tikus yang terpapar stres ringan.
Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman sangketan memiliki aktivitas antidepresan yang mampu mengurangi tingkat stres.
Artinya, uap dari rebusan daun sangket dapat dijadikan sebagai obat penenang dan relaksasi yang efektif untuk meredakan stres.
- Meredakan nyeri
Melansir dari Primayahospital, nyeri merupakan kondisi ketika seseorang merasakan perasaan tidak nyaman atau tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang telah rusak atau yang berpotensi rusak.
Rasa tidak nyaman itu dapat berupa mati rasa, panas, geli, nyeri seperti tertusuk, tersengat listrik, rangsangan ringan mencetuskan rasa nyeri, kesemutan. Selain akibat kerusakan saraf tepi, kerusakan, cedera pada otak, dan sumsum tulang belakang dapat menyebabkan nyeri saraf.
Bersumber dari hellosehat, daun sangket memiliki kandungan fitokimia yang bermanfaat untuk meredakan nyeri.
Cara mengolahnya dengan menumbuh daun sangket hingga halus dan mengoleskannya pada bagian tubuh yang nyeri.
- Mencegah gigitan nyamuk
Melansir dari Cleveland Clinic, gigitan nyamuk wanita dapat menyebabkan benjolan kecil dan menonjol pada kulit manusia. Nyamuk adalah serangga terbang kecil yang dikenal sebagai vektor. Artinya, nyamuk merupakan makhluk hidup yang membawa penyakit antara hewan dan manusia). Vektor seringkali membawa infeksi melalui darah.
Selain beberapa kandungan yang telah disebutkan pada penelitian di atas, daun ekonomis juga memiliki kandungan minyak atsiri. Pemberian minyak atsiri sebesar 4% dengan mengoleskannya pada tubuh dapat melindungi kulit dari gigitan nyamuk selama sekitar 300 menit.
- Antibakteri dan antijamur
Melansir dari jurnal penelitian “Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli” yang ditulis oleh Alce K. Magani, Trina E. Tallei, Beivy J. Kolondam dari Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi, antibakteri merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Sementara menurut alodokter, antijamur merupakan kelompok obat yang bermanfaat untuk mengatasi infeksi jamur.
Berdasarkan penelitian dari The Indian Journal of Experimental Biology, daun sangket memiliki senyawa fitokimia dari golongan fenolik yang mampu menghambat aktivitas jamur Arpegillus Niger yang dapat menyebabkan penyakit Aspergillosis.
Aktivitas antibakterinya lebih tinggi terhadap bakteri gram positif.
Cara pengolahannya dengan menumbuk halus daun sangket dan tempelkan pada kulit yang terkena bakteri atau jamur.
Baca Juga: Pohon Pelangi, Pohon Estetik yang Mungkin Kamu Belum Tahu
Menurut Plantamor, tanaman sangket berasal dari famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman) yang memiliki siklus hidup semusim (tahunan). Tumbuhan ini berasal dari bioma yang beriklim tropis kering dengan rentang sebaran mulai dari kawasan tropis Afrika, Afrika Selatan, Samudera Hindia bagian barat, wilayah Asia tropis, subtropis, hingga Australia utara. Di Indonesia sangket disebut sangketan (Jawa), atau surawung gunung (Sunda).
Tanaman sangket biasa hidup di tempat terbuka, tanah lembap seperti sawah, padang rumput berawa, dan sepanjang aliran sungai.
Sangket dapat tumbuh dengan baik di daerah yang bermusim kemarau dengan ketinggian di bawah 600 meter dan di wilayah tropis dataran rendah. (mg1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto