Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kenapa Orang Bisa Cadel? Ini dia fakta dan penyebabnya!

Magang Radar Magelang • Jumat, 29 Agustus 2025 | 01:48 WIB
Ilustrasi perempuan menutup mulut
Ilustrasi perempuan menutup mulut

RADARMAGELANG.ID --Pembaca Jawa Pos Radar Magelang pernah nggak sih denger teman, saudara, atau bahkan diri sendiri ngomong tapi ada pelafalan yang agak beda? 

Mungkin bunyinya jadi terkesan lucu atau unik, seperti suara “s” yang berubah jadi “th” atau huruf “R” yang biasanya keluar dengan getaran khas di lidah yang kadang terdengar kurang jelas, mirip bunyi “L”. Yup, itulah yang biasa disebut "cadel." 

Tapi, sebenarnya kenapa sih orang bisa cadel? Yuk, kita bongkar fakta-fakta dan penyebabnya supaya makin paham!

Cadel Itu Apa, Sih?

Cadel merupakan gangguan bicara yang dialami seseorang sehingga tidak mampu melafalkan bunyi atau artikulasi yang benar pada huruf tertentu, biasanya “s”, “r”, dan juga “z.”

Baca Juga: Uniknya Dunia Orang Kidal: Fakta Menarik yang Perlu Kamu Ketahui

Penyebab Seseorang Mengalami Cadel 

Mengutip dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga penyebab umum seseorang mengalami cadel, di antaranya:

Bentuk atau posisi lidah, gigi, dan bibir sangat berpengaruh. Posisi rahang atas dan bawah yang tidak pas atau langit-langit mulut yang terlalu tinggi bisa mengganggu pembentukan suara karena beberapa huruf membutuhkan mulut tertutup rapat. Jika langit-langit terlalu tinggi, artikulasi menjadi tidak sempurna dan menyebabkan cadel.

Kondisi yang kerap disebut ankyloglossia ini terjadi ketika jaringan penghubung di bawah lidah menuju dasar mulut memiliki ukuran yang terlalu pendek. Akibatnya, gerakan lidah anak menjadi terbatas, sehingga menimbulkan kesulitan saat berbicara, makan, dan menelan. 

Beberapa gangguan dalam berbicara dan bahasa bisa menyebabkan seseorang terdengar cadel, termasuk disartria dan afasia. 

Disartria merupakan kondisi di mana kontrol otot yang digunakan untuk bicara terganggu akibat adanya kerusakan pada sistem saraf. Akibatnya, ucapan menjadi lambat dan sulit dipahami orang lain. 

Sedangkan afasia adalah gangguan bahasa yang terjadi karena kerusakan pada area otak yang bertugas mengatur kemampuan berbahasa, sehingga memengaruhi kemampuan mengolah dan mengungkapkan kata-kata dengan tepat.

Efek Cadel dalam Komunikasi

Bagi sebagian orang, cadel bisa jadi hambatan komunikasi yang membuat mereka kurang percaya diri, terutama saat berbicara di depan umum atau di lingkungan baru.

Penting untuk diingat, cadel bukan berarti seseorang kurang pintar atau kurang kompeten, hanya saja butuh perhatian lebih dalam hal cara berbicara.

Apakah Cadel Bisa Diperbaiki?

Tenang aja sobat radar, cadel bukan kondisi yang membahayakan dan dapat dilatih supaya pelafalan kata menjadi lebih jelas. 

Biasanya, terapi wicara dari ahli bisa membantu banget, apalagi kalau cadel disebabkan oleh kebiasaan atau masalah struktur mulut yang ringan. 

Jadi, kalau merasa atau melihat ada yang cadel dan ingin memperbaikinya, konsultasi dengan terapis wicara bisa jadi langkah yang tepat. (mg7/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Terapi Wicara #pengetahuan #cadel #ankyloglossia #cadel huruf R #tongue tie