RADARMAGELANG.ID, Magelang - Cuaca ekstrem seperti sekarang ini, hujan terus-menerus turun. Tanaman akan basah terkena air hujan. Lantas bagaimana dengan tanaman anggrek? Perlukah dilindungi dari siraman air hujan terus-menerus?
Anggrek berbeda dengan tanaman hias lain. Si cantik puspa pesona ini memerlukan perawatan ekstra agar tumbuh berkembang dan berbunga indah.
Kadang sudah dirawat hati-hati tetap saja mati, atau ada yang dibiarkan terkena panas hujan, justru subur berkembang. Itulah keunikan anggrek.
Air hujan mengandung banyak nutrisi akan membuat tanaman tumbuh subur. Namun bagaimana bila air hujan yang melimpah itu justru membuat busuk akar, atau menyuburkan bakteri sehingga tanaman terkena penyakit.
Habitat asli tanaman anggrek adalah menempel di pohon hutan. Selalu terkena air hujan dan udara yang lembab. Namun tanaman ini tetap tumbuh subur. Itu karena akar tanaman anggrek bebas di udara. Bila basah terkena air hujan akan cepat kering karena airnya menguap.
Sehingga terhindar dari pembusukan akar akibat bakteri. Angin yang berhembus juga mengeringkan dengan cepat air yang membasahi daun maupun akar anggrek epifit yang menempel di batang pohon. Di bawah ini beberapa tips merawat anggrek di musim hujan :
1. Keringkan air yang menggenang
Bila hujan deras, air akan menetes terus menerus membasahi daun, akar, batang. Bila anggrek ditanam di pot, tidak menutup kemungkinan pot akan tergenang air. Genangan ini bila tidak segera kering akan menyebabkan busuk akar.
Maka, segera miringkan pot agar genangan air segera mengalir. Periksa pula ketiak daun yang berisi air. Apabila terdapat air, keringkan dengan kain lembut atau tisu.
Daun anggrek yang basah juga perlu dibersihkan dengan spon yang telah dicelup dengan cairan pencuci piring. Tujuannya agar kering, bersih dan terhindar dari debu maupun tungau yang menempel.
2. Lindungi tunas baru dari siraman air terus-menerus
Cuaca ekstrem dengan hujan turus terus-menerus seringkali membuat tunas baru tidak tahan. Sehingga membusuk dan mati. Untuk itu, perlu langkah melindungi tunas baru dengan menutupi tunas baru menggunakan kantong plastik kecil.
Segera lepaskan plastik penutup apabila hujan telah reda dan angin berhembus akan mengeringkan sisa-sisa air hujan.
3. Rajin memeriksa kondisi anggrek setelah kehujanan
Ketika musim hujan, luangkan waktu memeriksa anggrek-anggrek Anda. Apakah ada yang busuk akar, atau daun menguning.
Dengan pemeriksaan yang rutin akan mencegah terjadinya infeksi maupun pembusukan akibat terlalu banyak terkena air. Bila ada tanda-tanda penyakit dapat segera diatasi.
Periksa apakah ada bintik-bintik di daun. Apakah ada daun yang menguning. Ini merupakan indikasi gejala pembusukan daun. Segera potong daun yang berbintik. Lalu oleskan betadine untuk mencegah bakteri merembet ke daun yang lain.
4. Pastikan drainase media tanam dalam kondisi baik
Anggrek ditanam di pot dengan media yang memiliki kelembapan tinggi. Begitu mendapat siraman air hujan yang terus-menerus, media dipastikan akan sangat lembab.
Maka, pastikan sirkulasi udara dan drainae air bisa mengalir lancar. Dengan begitu lingkungan dalam pot akan sehat. Terhindar dari bakteri yang menyebabkan busuk akar.
Karena media tanam yang terlalu basah dan lembek terus-menerus memicu pembusukan. Lingkungan sehat akan membuat akar tumbuh dengan baik.
Pot tanaman harus berlubang-lubang agar air yang menggenang segera mengalir. Batasi paparan air hujan mengenai pot tanaman anggrek.
5. Pilih media tanam yang tepat
Bila menempatkan tanaman anggrek dalam pot di udara terbuka tanpa atap pelindung, perlu media yang tepat. Sebaiknya menggunakan media arang yang tidak menyimpan air dalam waktu lama.
Meskipun sering terpapar air hujan, air tidak akan menggenang di arang. Media arang tidak mampu mengikat air dalam jumlah banyak. Namun, kita harus rajin menyemprotkan vitamin karena arang minim unsur hara.
Di atas adalah beberapa tips merawat anggrek selama musim hujan. Apabila anggrek menunjukkan tanda-tanda terkena penyakit, segera ambil tindakan.
Bila terjadi pembusukan pada akar, segera dipotong. Begitu juga bila daun anggrek berbintik-bintik atau menguning sebaiknya segera dipotong. Bila terkena infeksi parah, perlu semprotkan obat fungsidi dalam jumlah tepat. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo